Selasa, 21 April 2020

Perkuat Imunitas Tubuh dengan Secangkir Kunyit

Image by Jigsawstocker
Pandemi COVID-19 belum juga berakhir. Kesadaran akan kesehatan tentu harus dimiliki oleh setiap orang. Mengonsumsi makanan sehat, menjaga pola istirahat, dan juga berolahraga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat. Tubuh yang sehat akan sulit disinggahi oleh penyakit. Begitupun sebaliknya. Terlebih pada persebaran virus yang dapat menempel ke permukaan benda-benda seperti plastik, logam, kertas, kayu dan lain sebagainya. Tidak kasat mata memang. Hal itulah yang perlu kamu waspadai ketika beraktivitas di luar rumah.

Himbauan pemerintah untuk di rumah aja patut kamu lakukan dengan sebaik mungkin. Menahan diri untuk menghindari aktivitas luar yang mengundang kerumunan tentu harus kamu perhatikan. Kita tidak tahu darimana datangnya virus. Bisa saja dari orang terdekat bahkan bisa dihantarkan lewat benda-benda yang sebelumnya sudah terkontaminasi virus. Maka dari itu, pastikan kamu di rumah saja dan kurangi intensitas bertemu orang maupun bersinggungan dengan benda-benda yang ada di tempat-tempat umum jika tidak dalam keadaan mendesak. Jika kamu terpaksa harus melakukannya, pastikan kamu mengikuti protokol dari pemerintah ya.

Tahukah kamu, imunitas tubuh dapat kita perkuat dengan mengonsumsi rempah-rempah? Buat kamu yang belum percaya, kamu dapat mencari informasi lebih lanjut melalui studi-studi yang dilakukan oleh pusat penelitian tanaman herbal atau rempah lainnya. Sejumlah peneliti dari Universitas Airlangga yang tergabung dalam Institute of Tropical Disease, mengungkapkan bahwa kunyit dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. Kunyit bukanlah vaksin, hanya saja ia dapat digunakan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah disinggahi penyakit.

Dikutip dari liputan6.com, zat yang terkandung dalam rempah-rempah seperti kunyit ternyata memiliki efek antivirus. Rempah yang telah dikonsumsi secara turun-temurun tersebut tidak hanya memberikan manfaat pada cita rasa masakan, akan tetapi juga untuk kesehatan tubuh. Kunyit dapat dikonsumsi dalam berbagai cara. Salah satunya dengan dihaluskan atau dikeringkan lalu dibuat serbuk kunyit. Serbuk ini dapat dikonsumsi seperti layaknya kamu menyeduh teh dalam cangkir. Cukup dengan menambahkan air panas dan madu kamu bisa menikmati khasiat dari kunyit yang biasanya hanya digunakan untuk menambah cita rasa masakan saja.

Tanaman kunyit mudah kamu dapatkan di mana-mana. Banyak swalayan atau pasar tradisional yang menjualnya. Biasanya rempah satu ini bercampur dengan aneka bumbu dapur lainnya. Untuk menghindari pertemuan dengan orang-orang luar, kamu dapat belanja dari rumah melalui Aplikasi Titipku.. Cukup dengan menjelajah dan temukan bahan-bahan lainnya yang ingin kamu beli. Titipku membantu mengoptimalkan UMKM yang ada di Indonesia melalui digitalisasi lewat Aplikasi Titipku. Ayo belanja dari rumah untuk memutus persebaran COVID-19 melalui Titipku!

Rabu, 25 September 2019

Hal yang Perlu Kamu Ketahui dalam Memilih Sayuran


Photo by Ja Ma on Unsplash
Menurut survei yang dilakukan Kementrian Pertanian Republik Indonesia, kebutuhan konsumsi buah dan sayur masyarakat pada tahun 2019  mencapai 115 kkal/kapita/hari. Angka tersebut tidaklah tergolong kecil. Konsumsi sayuran masyarakat perlu dipenuhi mengingat kebutuhan gizi masyarakat juga perlu menjadi perhatian. Pasokan sayuran di Indonesia diperoleh dari lahan para petani sayur. Sayuran yang diedarkan di pasaran terkadang tidak melalui proses penyortiran yang baik. Bisa jadi karena terlewat atau memang tidak terlalu diperhatikan.  Hal semacam ini perlu menjadi perhatian para pembeli sayuran yang sedang berbelanja terkhusus kaum ibu-ibu. Perlu dicermati dan diketahui bahwa tak jarang sayuran dibesarkan dengan bantuan pupuk dan pestisida untuk menanggulangi hama yang menyerang tanaman. Zat-zat yang terkandung dalam komponen pupuk dan pestisida tentu tidak baik untuk kesehatan manusia. Maka dari itu, ketika berbelanja pastikan kamu memperhatikan hal-hal yang dapat meminimalisir masuknya kandungan-kandungan yang mengganggu kesehatan.

Sayuran yang baik dan segar menjadi kriteria utama ketika berbelanja. Tidak bisa dipungkiri pula sayuran yang berwarna hijau dan cerah mendapatkan hati para pembeli. Untuk menghasilkan sayur yang berkualitas dan menjadi pilihan pembeli memerlukan perawatan sesuai dengan prosedur yang ada. Pemberian zat-zat kimia selama masa tanam memang dapat mempercepat pertumbuhan dan menghasilkan sayur yang berkualitas. Namun, dibalik itu ternyata sayuran yang tidak menggunakan pestisida dan bahan kimia lain dalam proses penanaman dan perawatannya jauh lebih sehat dan baik untuk bahan konsumsi manusia. Indonesia Journal of Human Nutrition menyatakan bahwa warna yang terdapat dalam sayuran menjadi bahan pertimbangan para konsumen untuk pilihan. Hal tersebut dibuktikan dalam salah satu hasil riset mengenai variasi warna pada asupan sayur dan buah, warna putih dari kembang kol menimbulkan ketidaktertarikan konsumsi. Warna memberikan pengaruh pada persepsi rasa pada sayuran. Warna putih pada sayuran dipandang mengecewakan apabila dikonsumsi. Berbeda ketika mengonsumsi sayuran yang berwarna orange seperti wortel atau hijau seperti brokoli dan aneka sayur berwarna hijau lainnya, nafsu makan para konsumen akan meningkat. 

Bukan hal yang aneh jika sayuran hijau lebih cepat habis dibandingkan yang lain. Namun, apakah sayuran yang hijau sehat untuk di konsumsi?  Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang tinggi nilainya diantara bahan pangan lainnya. Bahkan, sayuran menjadi sumber utama dari mineral yang diperlukan oleh tubuh. Maka dari itu, sebelum mengonsumsi sayuran kita perlu memperhatikan sayuran seperti apa yang aman untuk kita konsumsi. Berikut tips memilih sayuran hijau yang bagus untuk menjaga kesehatan tubuh.

Bebas Pestisida dan Zat Kimia Lainnya
Photo by Markus Spiske on Unsplash
Sayuran yang baik dan sehat dikonsumsi adalah sayuran yang ditanam tanpa pestisida dan campuran bahan kimia lainnya. Sayuran jenis ini tidak memberikan efek samping berlebih yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Maka dari itu, disarankan untuk memilih sayuran yang tubuh dengan cara alami. Terlepas dari itu, saat ini bisa jadi akan sulit mendapatkan sayuran yang memang dipelihara dengan cara alami tanpa bantuan bahan kimia. Zat kimia memang dapat membentuk sayuran sesuai yang kita inginkan. Subur, tanpa gangguan hama, warna menarik dapat didorong oleh penggunaan bahan kimia tanaman. Hal tersebut sah-sah saja jika kita mencuci sayuran dengan baik dan benar sebelum akhirnya kita mengonsumsi sayuran tersebut. Pencucian sayuran bisa dilakukan dibawah air yang mengalir. Sabun pencuci seperti mama lyme juga bagus digunakan untuk membersihkan sayuran. Perlu menjadi pemahaman bersama, kita perlu untuk memastikan sayuran yang telah dicuci memang sudah tidak menyisakan pestisida atau kotoran-kotoran lain yang menempel pada sayuran mengingat kandungan yang terdapat dalam pestisida tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia.

Segar dan Tidak Berwarna Kuning
Photo by FitNish Media on Unsplash
Siapa yang tidak tertarik jika melihat sayuran segar dengan kualitas bagus? Tentunya mata kita akan tertuju pada sayuran ini terlebih jika warnanya hijau pula. Jika sedang berbelanja ke swalayan yan menyediakan sayuran, hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembelian yaitu memilih dan memilah sayuran yang dirasa segar dan tidak berwarna kuning. Sayuran segar cenderung berwarna hijau cerah. Sedangkan sayuran yang sudah berwarna kekuning-kuningan menunjukkan waktu bertahannya sudah tidak lama lagi. Sayuran yang menguning adalah sayuran yang sudah layu. Jikalau dikonsumsipun tidak begitu bagus karena kandungan yang terdapat dalam sayuran sudah sedikit mulai berkurang. Jadi, dapat dipastikan dalam berbelanja sayuran, fisik sayur yang nampak segar dan tidak menguning merupakan sayuran yang direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Kebutuhan vitamin dan mineral semakin meningkat. Terlebih saat ini sedang marak digencarkan untuk berpola hidup sehat. Dalam menyongsong kebiasaan berlaku sehat, dapat dimulai dengan memilih dan memilah sayuran yang baik sebelum dikonsumsi. Dengan demikian, akan terjadi keseimbangan antara kebutuhan hidup sehat dan kebutuhan bahan konsumsi setiap harinya. Sayuran dapat dibeli di swalayan baik modern maupun tradisional. Jika kamu menemukan tempat-tempat penjualan sayur yang unik dan menarik, kamu dapat memberikan ulasan kamu melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini dapat kamu unduh di Playstore atau klik link berikut. Mengapa Titipku? Karena dengan Titipku berarti kamu sudah membantu digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di masyarakat. Dengan demikian, penjualan UMKM dapat meningkat dan hal ini berefek baik pada perekonomian masyarakat.

Ayo tunggu apa lagi! Budayakan hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran yang segar dan sehat dengan berbagi info mengenai tempat-tempat penjualan sayuran yang kamu temui!