Rabu, 30 Oktober 2019

5 Bumbu Dapur yang Laris di Pasaran



Siapa yang tidak mengenal bumbu dapur? Terlebih bagi para ibu-ibu yang hobi dan memang sudah menjadi rutinitas hariannya untuk menyiapkan makanan bagi keluarganya pasti sangat familier dengan hal ini. Tidak hanya ibu-ibu saja, tapi para chef dan juga anak-anak yang gemar memasak memang tidak asing dengan kata ini. Ya benar, bumbu dapur merupakan barang wajib yang harus diutamakan dalam hal masak memasak. Bisa dibayangkan jika memasak tanpa menambahkan bumbu, pasti akan hambar, bukan? Begitulah peran bumbu dapur yang memang ia tidak bisa dimakan sendirian, melainkan dicampurkan dengan bahan-bahan olahan lain untuk sekedar memberikan rasa pada setiap masakan.

Tahukah kamu diantara banyaknya bumbu dapur yang dijual di pasaran ada beberapa diantaranya yang sangat diminati kebanyakan masyarakat? Masing-masing bumbu dapur memiliki peran dan fungsinya. Namun, tekadang kita bisa memakai bumbu-bumbu primer saja untuk dapat mengolah makanan dengan cita rasa yang luar biasa. Apa saja bumbu dapur yang tergolong bumbu primer? Lalu, jenis bumbu mana yang sering diserbu masyarakat? Berikut bumbu-bumbu dapur yang laris di pasaran,

1.      Cabai
Photo by Elle Hughes on Unsplash

Siapa yang tak mengenal cabai? Rempah nusantara yang menyumbangkan rasa pedas pada setiap masakan ini menjadi incaran banyak kalangan. Bahkan tidak hanya di Indonesia saja melainkan di negara-negara luar yang menyajikan olahan pedas. Cabai nusantara memang beragam. Ada cabai yang memang tidak pedas dan ada juga cabai yang sangat pedas walaupun hanya kecil yakni cabai rawit. Berbagai cabai menjadi incaran di pasaran. Hal ini akan sangat terasa ketika terjadi kelangkaan produksi cabai dan menyebabkan harga cabai di pasaran melonjak.
2.      Bawang Putih
Photo by Matthew Pilachowski on Unsplash
Rempah satu ini digadang sebagai pasangan dari cabai. Di mana ada cabai pasti ada bawang putih. Bumbu dapur yang tergolong dalam jenis umbi putih ini menjadi bumbu populer yang selalu ada di dapur. Aroma yang khas dan tergolong cukup kuat ini mampu memberikan kelezatan tersendiri bagi setiap masakan yang menggunakan bumbu satu ini. Kuatnya aroma dapat tercium dengan jelas ketika ia ditumis.
3.      Bawang Merah
Photo by Matthew Pilachowski on Unsplash
Tidak jauh berbeda dengan bawang putih, rempah satu ini juga menjadi pasangan sejati bawang putih. Bawang merah yang biasa diiris tipis dan ditumis ini memberikan cita rasa khas bagi setiap masakan nusantara. Rempah satu ini dapat dimakan secara langsung yakni cukup dengan menggorengnya lalu dijadikan topping nasi atau masakan lainnya. Dan yang begitu populer lagi, bawang merah merupakan bumbu utama bagi orang madura yang terkenal dengan satenya.
4.      Merica
Image by Freepik
Rasa pedas dapat diciptakan oleh beberapa rempah-rempah. Selain cabai, ternyata merica juga dapat dijadikan bumbu untuk membuat masakan terasa pedas. Merica dipercaya lebih aman untuk pencernaan. Terlalu banyak mengonsumsi merica tidak akan menyebabkan diare dan permasalahan perut lainnya, hanya saja tubuh akan terasa panas karena banyaknya bubuk merica yang kita konsumsi. Jadi, selain sebagai bumbu yang memberikan rasa pedas nan sedap, merica juga digunakan sebagai penghangat tubuh.
5.      Lengkuas
Image by Intisari.grid.id
Rempah jenis umbi-umbian satu ini banyak di buru masyarakat terutama untuk membuat masakan bersantan, sayur asam, dan juga aneka tumisan. Biasanya lengkuas ini digeprek lalu diikutkan dalam masakan yang kita olah sampai matang. Lengkuas akan memberikan aroma khas dan cita rasa yang gurih dan lezat. Bentuknya yang mirip dengan jahe ini, ternyata mampu memikat hati ibu-ibu dalam memberikan bumbu pada setiap masakan yang diolahnya.

Rempah nusantara diatas dapat dicari di pasar-pasar tradisional. Namun, jika kamu tidak mau repot berbelanja keluar, kamu dapat membelinya melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan produk-produk yang dijual di pasaran. Transaksinya mudah dan barang akan dikirim ke alamat yang kamu pasang. Selamat berbelanja dan selamat berkreasi untuk setiap cita rasa masakanmu!

Hal-hal Unik di Pasar Tradisional yang Tak Ada Matinya


Photo by Deviyahya on Unsplash
Seiring perkembangan swalayan-swalayan modern yang begitu pesat, semakin menutup harapan bagi pasar-pasar tradisional. Masyarakat yang hidup di kota-kota besar mulai mengalihkan perhatiannya pada pasar modern yang dipandang lebih rapi dari segi tata letak dan beragam dari segi kelengkapan barang. Pasar tradisionalpun seolah terlupakan begitu saja di mata masyarakat, padalah ia merupakan pasar yang memiliki cara-cara unik dan lebih ramah dalam segi transaksinya.

Percaya atau tidak,  nilai yang ditawarkan dalam pasar tradisional merupakan hal yang susah didapatkan dalam berbagai jenis interaksi penjualan lainnya. Mengapa demikian? Pasar tradisional mempunyai ciri khas budaya solidaritas yang tidak dimiliki oleh swalayan-swalayan modern lainnya. Berikut implementasi dari budaya solidaritas yang diciptakan di lingkungan pasar tradisional,

1.      Bisa Menawar Harga
Para penjual di pasar tradisional memasang harga yang standar dan seperti kebanyakan penjual lainnya. Sebagai pembeli, jika kita menemukan barang yang terlalu tinggi harga yang dipatok, kita dapat dengan mudah membuat patokan harga tersebut untuk turun saat itu juga. Artinya, kita dapat melakukan tawar menawar dalam pembelian barang selama di pasar tradisional. Penjualpun akan dengan senang hati melayani penawaran-penawaran harga yang di minta oleh para pembeli. Bahkan, tak jarang para pembeli akan menawar setengah dari harga yang di patok. Jika memang belum bisa mendapatkan harga tersebut, pembeli dengan cerdasnya akan menaikkan penawarannya sedikit demi sedikit. Apabila sampai akhir tetap tidak diperbolehkan, pembeli mempunyai metode tersendiri dalam mendapatkan barang yang ditawarnya. Pembeli seolah berputus asa dan perlahan beranjak pergi. Uniknya, belum ada tiga langkah kepergian dari pembeli, pasti penjual akan memanggilnya dan memberikan barang dengan harga yang diinginkan pembeli dan atas persetujuan bersama. Ini sering terjadi di pasar-pasar tradisional terutama terjadi pada kaum ibu-ibu.

2.      Interaksi lebih leluasa
Selama memilih barang belanjaan, penjual tidak segan- segan untuk mengajak calon pembeli untuk berinteraksi. Bahan-bahan obrolan juga tidak jauh melenceng seputar perkembangan harga-harga barang di pasaran. Bahkan, jika sudah menjadi ‘langganan’, obrolan yang dilakukan bisa lebih leluasa. Begitupun dengan para pembeli. Mereka akan dengan cepat merespon obrolan yang dilontarkan oleh penjual. Dengan demikian, selama memilih barang belanjaan seolah tidak merasa sendiri, karena akan selalu ada orang yang mengajaknya berinteraksi. Hal-hal semacam inilah yang tidak kita di dapatkan di pasar-pasar modern. Di samping tidak ada penjual yang menunggu barang dagangannya karena memang pembayaran terpusat di kasir, juga karena tempat di setting untuk mengambil barang saja.

3.      Mendapatkan Saudara
Interaksi sosial di pasar ini akan menumbuhkan sisi positif yakni hubungan baik antara penjual dan pembeli. Bagaimana tidak, para pembeli akan melontarkan obrolan-obrolan entah seputar tawar menawar harga dengan membandingkan di penjual lain, atau sekedar obrolan basa-basi selama berbelanja untuk memperhangat suasana saja. Terkadang penjual harus merelakan barang dagangannya terjual dengan harga rendah dengan dalih untuk mendapatkan saudara. Orang Jawa sering menggunakan ungkapan tuna sathak bathi sanak untuk menyebut hal semacam ini. Artinya, tidak masalah kita (penjual) rugi karena kerugian akan digantikan dengan persaudaraan. Semua orang juga sepakat bahwasannya ketika sudah berbicara tentang keluarga, rasa sungkan itu akan timbul. Maka dari itu, jalinan relasi di pasar tradisional menjadi suatu hal yang unik dalam tatanan sosial masyarakat.

Produk-produk buatan masyarakat atau yang seringkali disebut produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) banyak di jual di pasar-pasar tradisional. Kita dapat membeli dengan leluasa di pasar tradisional. Namun, terkadang kita tidak punya cukup waktu untuk pergi ke pasar tradisional. Sebagai solusinya, kita dapat berbelanja melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan produk-produk UMKM yang dijual di pasar-pasar tradisional. Kita dapat membeli seperti harga yang di patok di pasar tradisional. Ayo belanja di Titipku sekarang!

Jumat, 25 Oktober 2019

Koleksi Topi Unik yang Digandrungi Para Remaja

Tidak diherankan lagi, aksesoris menempati posisi teratas dalam mempercantik penampilan. Barang-barang aksesoris seperti jam tangan, gelang tangan, kacamata, topi, bando, dan aneka hiasan kepala lainnya ramai diperjualbelikan di pasaran. Terlebih di objek-objek wisata yang mendorong naluri setiap wisatawan untuk berfoto-foto. Dari situlah kiranya aksesoris hadir untuk melengkapi kebutuhan foto para wisatawan ketika berlibur.

Aksesoris apa yang paling unik?
Masing-masing jenis aksesoris mempunyai keunikan tersendiri. Terlepas dari itu, pastilah ada aksesoris yang lucu, unik dan paling diminati oleh kaum remaja pada khususnya yaitu topi. Topi seringkali identik dengan cuaca panas. Ketika kita sedang bepergian ke suatu tempat terbuka seperti pantai, padang pasir, laut, dan semacamnya, tentu sinar matahari akan memapar wajah kita secara langsung. Hal semacam itulah yang mendorong kita untuk memakai pelindung paparan sinar matahari secara langsung di kepala kita. Diantara aksesoris yang lain, topi merupakan aksesoris yang sesuai untuk menangani kondisi tersebut. Topipun juga banyak ragamnya. Jangan dikira hanya satu jenis saja untuk setiap tempat wisata yang kita kunjungi. Berikut rekomendasi topi-topi unik yang dapat kamu pakai untuk melindungi panasnya matahari ketika kamu sedang bepergian.

1.      Topi Rajut
Photo by Clem Onojeghuo on Unsplash
    Topi satu ini sangat cocok dipakai ketika musim hujan atau musim dingin. Bentuknya yang didesain mengikuti bentuk kepala ini semakin membuat ketertarikan tersendiri bagi para remaja. Bahannya terbuat dari benang wol dan benang tebal lainnya sehingga topi rajut cocok digunakan untuk mengurasi rasa dingin yang ada. Tentunya tidak hanya mengatasi rasa dingin saja, tapi nilai lebih dari topi rajut adalah modelnya yang unik dan menarik. Tidak hanya remaja saja yang cocok memakai topi rajut, akan tetapi juga berbagai kalangan nampak terlihat elegan ketika memakai topi rajut satu ini.

2.      Topi Fedora
Photo by Anantasia Mihalkova on Unsplash
     Jaman semakin berkembang, tren juga turut berkembang. Namun, tren satu ini tetap saja eksis walaupun banyak barang-barang baru yang membanjiri perkembangan fashion saat ini. Topi fedora model era 90an ini berhasil memikat hati masyarakat terutama remaja dari berbagai kalangan. Gaya 90an tidak mati begitu saja. Bahkan saat ini, topi semacam ini akan nampak elegan dan berkelas ketika dipakai. Bagi kamu yang ingin tampil klasik dan elegan kamu dapat memakai topi satu ini untuk melengkapi outfitmu.

3.      Topi Baret
Photo by Jp Valery on Unsplash
      Bagi kaum wanita, topi ini akan memberikan kesan cantik yang tegas ketika dipakai. Topi yang identik dengan militer ini ternyata sudah dimodifikasi sedemikian rupa hingga menjadi banyak sekali variasinya. Bahkan, topi ini juga diidentikkan dengan para seniman. Bentuknya yang menggembung keluar dengan lipatan balik lagi untuk bagian tengahnya memberikan ciri khas tersendiri bagi topi baret satu ini.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia telah menghasilkan berbagai produk-produk lokal unggulan seperti aksesoris yang banyak dicari kebanyakan orang. Kamu dapat menemukan aneka aksesoris menlalui Aplikasi Titipku. yang telah menghimpun berbagai produk UMKM yang ada di Indonesia. Transaksinya juga mudah, kamu dapat melakukannya lewat aplikasi tersebut kemudian menunggu barang akan dikirim sesuai alamat tujuan yang kamu pasang. Ayo gencarkan UMKM yang ada di Indonesia dengan berbelanja melalui Aplikasi Titipku.

Tampil Menawan dengan Kebaya Lilit

Image by Pinterest

Budaya Jawa merupakan salah satu budaya yang memiliki ciri khas yang unik dan penuh makna filosofis. Contohnya saja pada pakaian adat. Orang Jawa akan mengenakan kebaya saat mengadiri acara-acara pernikahan maupun acara syukuran dan semacamnya. Mereka akan kelihatan anggun dan menawan ketika mengenakan kebaya jarit yang digunakan sebagai bawahan pakaian. Keanggunan tersebut akan terlihat dengan jelas ketika sedang berjalan. Namun, cara pemakaian kebaya lengkap itu cukup memakan waktu lama. Ketelatenan dengan memperhatikan kerapian kain adalah langkah yang menjadi perhatian dalam proses pemakaiannya. Tapi tidak perlu khawatir, bagi kamu yang ingin tampil menawan dengan mengenakan kebaya, kamu dapat memakai kain lilit sebagai pengganti jarit untuk bawahan kebaya.

Apa itu kain lilit?
Kain lilit merupakan salah satu wujud modifikasi jarit yang digunakan untuk wanita. Hasil inovasi satu ini merupakan produk kreatif yang dirasa simpel dan menarik. Pemakaiannya juga tidak memakan waktu lama bahkan dapat terpakai rapi dalam hitungan detik saja. Motif kain lilit merupakan motif batik sama seperti kain jarit pada umumnya. Hanya saja kebanyakan dari kain lilit merupakan batik cap bukan batik tulis. Karakteristik umum dari batik cap terletak pada variasi warna dan motifnya. Warna-warna yang ada bisa lebih beragam ada yang memang mencolok ada juga yang kalem. Begitupun dengan ragam motifnya. Meski jarik yang asli memiliki motif tersendiri untuk setiap penggunaannya, akan tetapi jarit dengan model kain lilit ini menyediakan lebih banyak variasi jarit. Sehingga cocok digunakan untuk berbagai acara, tidak hanya acara formal saja.

Bagaimana cara memakainya?
Perlu diketahui kain lilit sendiri didesain khusus dengan dilengkapi tali yang cukup panjang. Bentuknya lembaran seperti kain jarit hanya saja sudah diukur sesuai dengan bentuk tubuh. Cara memakainya cukup dengan dibentangkan layaknya memakai jarit pada umumnya kemudian dililitkan lalu ditali. Kain lilit akan terlihat menawan karena dilengkapi pula dengan lipatan-lipatan wiru pada bagian depan. Jadi, pastikan untuk tidak terbalik ketika melilitkan kain yang hendak dipakai. Tali kain lilit sudah tergolong kuat, sehingga tidak perlu khawatir akan terlepas. Namun, bagi kamu yang mempunyai kekhawatiran kalau nanti lilitan akan rusak, kamu bisa memakai korset sebagai pengganti sabuknya. Dengan begitu, kain lilit akan lebih kuat dan tidak takut terlepas.

Kain lilit kini sudah tersedia di banyak tempat penjualan pakaian baik offline maupun online. Jika kamu ingin belanja online, kamu bisa menggunakan Aplikasi Titipku. karena aplikasi ini menyediakan berbagai produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat. Ayo cari produk impianmu bersama  Titipku!

Rabu, 23 Oktober 2019

Tampil Casual dengan Kostum Vintage di Era Millenials


Image by Freepik

Perubahan zaman membawa perubahan gaya hidup masyarakat pula. Salah satunya adalah gaya berpakaian. Jika kita lihat cara berpakaian masyarakat generasi X dan Y khususnya, akan begitu nampak perbedaannya dengan generasi Z saat ini. Mulai dari model pakaiannya, corak motifnya, dan juga warnanya. Kostum-kostum remaja tahun 90an identik dengan warna-warna cream, cokelat, hitam, dan warna-warna soft yang tidak mencolok lainnya. Tampilan unik ini cukup menarik dan akan nampak lucu jika kita lihat dari kacamata era millenials. Contoh yang dapat kita lihat dengan jelas adalah cara memakai baju yang identik dengan dimasukkan kedalam celana atau rok. Secara fisik memang terlihat lebih rapi daripada dengan berpakaian yang dikeluarkan bajunya.

Semacam culun? Tidak juga
Sebagian orang menganggap gaya berpakaian orang era 90an begitu culun. Coba lihat saja dari ujung rambut hingga kaki. Berbagai aksesoris yang digunakan untuk menghiasi rambut seperti topi-topi yang unik, baju-baju yang nampak casual, celana yang khas, hingga sepatu yang dipakaipun berbeda dengan gaya pakaian saat ini. Outfit semacam ini tidak bisa begitu saja dikatakan culun. Mengapa demikian? Setiap masa memiliki kharakteristik dan khasnya masing-masing. Barangkali gaya berpakaian vintage itu adalah yang populer dan terbaik pada jaman itu. Berbeda halnya dengan sekarang. Bahkan sebelum era millenials ini, gaya berpakaian yang ditawarkan sudah mengikuti perkembangan pola dari manusianya sendiri.

Tampil Anggun dengan Kostum Vintage
Keanggunan dalam berpakaian merupakan visi idaman dari para remaja wanita khususnya. Mereka akan merasa lebih baik ketika mengenakan pakaian yang begitu anggun. Hal ini akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri seseorang. Tidak bisa dipungkiri, orang yang berpenampilan anggun akan terlihat percaya diri setiap kali melangkahkan kaki. Didukung oleh outfit yang sesuai dengan tinggi badan dan berat badan, tentunya yang terlihat adalah keserasian dan enak dipandang mata.

Kostum-kostum era 90an yang seringkali disebut dengan kostum vintage memang menyimpan rahasia unik. Bagaimana tidak, kostum masih saja cocok dikenakan oleh siapa saja dan kapan saja waktunya. Tidak hanya di zaman muda para generasi X dan Y, namun generasi Z sekalipun. Bahkan, orang yang memakai baju-baju vintage akan terlihat casual dan seolah membukakan ruang untuk kita bernostalgia. Jadi, bagi kamu yang ingin tampil anggun dan casual, cobalah untuk memakai pakaian-pakaian vintage era 90an ini.

Dimana kamu biasanya membelanjakan uang untuk memenuhi kebutuhan outfitmu? Titipku menyediakan aplikasi buat kamu yang mau berbelanja dengan lebih praktis dan hemat waktu tentunya. Cukup dengan download aplikasinya dan kamu bisa melakukan transaksi di sana. Ayo tunggu apa lagi, belanja cepat dan tepat melalui Aplikasi Titipku

Selasa, 22 Oktober 2019

Beda Bahan Beda Perlakuan, Perhatikan Cara Mencucinya


Image by Freepik

Tidak semua jenis kain dapat diperlakukan sama dalam hal perawatannya. Sebut saja batik. Hingga saat ini batik masih menjadi kain pilihan untuk menghadiri acara formal. Kualitas batik memang dapat dipengaruhi oleh teknik pembuatannya, tidak hanya bahan kainnya saja. namun, bahan kain yang digunakan juga akan berpengaruh pada teknik yang akan digunakan dalam proses pembuatannya. Kain yang bagus dipadukan dengan teknik yang sesuai tentunya akan menghasilkan kualitas batik yang unggul tidak hanya dari segi bahan tapi juga model dan kadar kelembutan motif. Berbeda halnya dengan kain yang bagus namun hanya dipakaikan untuk teknik cap, nilainya tidak sebanding ketika menggunakan teknik tulis. Terlepas dari itu, seperti apapun teknik pembuatannya, kain tersebut memerlukan perlakuan yang sesuai ketika kita hendak mencucinya.

Banyak kita temukan kain-kain yang lembut bak sutera, tipis seperti tisu, kasar, tebal, licin, dan aneka kharakteristik bahan pakaian lainnya. Sekilas seperti tidak ada pengaruhnya bagaimana kita mencucinya. Namun, salah metode pencucian juga dapat merusak kualitas bahan kain yang notabenya bagus. Hal utama yang perlu menjadi perhatian adalah jenis bahan kain tersebut. Perlulah kita mengenali untuk setiap jenis kain. Terkadang ada kain yang usai dicuci malah mengalami semacam penyusutan atau pengerutan. Sehingga yang ada kain tersebut seperti misal baju, maka akan nampak lebih kecil dari sebelum pencucian. Bahkan, ada juga bahan-bahan kain yang memudar warnanya ketika dicuci. Kita sering menyebutnya sebagai kain yang mudah luntur. Hal itu akan sangat disayangkan ketika kita mencuci kain yang luntur bersamaan dengan kain lainnya. Bisa jadi kain lainnya akan terkena imbas dari kain yang luntur itu tadi.

Deterjen dan aneka pencuci kain lainnya juga berpengaruh terhadap jenis kain yang akan dicuci. Tidak semua kain dapat dicuci dengan detergen yang sama. Bahkan ada kain yang hanya bisa dicuci dengan sampo. Itupun produk sampo tertentu pula. Oleh karena itu, sebagai pemilik yang bijak, kita harus peduli dan mengenali dengan jeli untuk setiap kain yang akan kita cuci. Jangan sampai kain bagus malah jadi rusak akibat salah teknik mencucinya. Selain itu, perlu dipahami juga ada beberapa kain yang tidak bisa dicuci dengan mesin cuci. Melainkan harus dengan cuci tangan manual. Selebihnya, masih ada lagi jenis-jenis kain yang tidak dianjurkan dicuci dengan disikat. Hanya bisa diperlakukan dengan dikucek dengan lembut kemudian dibilas.

Apapun jenis bahan kain yang kamu miliki, selalu perhatikan bagaimana metode pencucian yang sesuai dengan bahan kain tersebut. Kamu dapat memilih kain maupun detergen di toko-toko terdekat atau cukup dengan pesan online melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  yang ada di Indonesia. Ayo belanja di Titipku!

Memasuki Musim Kemarau Panjang, Ini Jaket yang Cocok Kamu Pakai

Image by Freepik

Perubahan cuaca yang terjadi pada musim kemarau menyebabkan tubuh mengalami siklus penyesuaian diri yang memerlukan perlakuan khusus untuk menanganinya. Daya tahan setiap tubuh manusia itu beragam. Ada orang yang mudah beradaptasi dengan berbagai musim, ada pula orang yang mampu berada di musim-musim tertentu. Tak heran banyak orang yang sempat mengalami alergi dingin kala musim penghujan tiba. Di Indonesia sendiri hanya ada dua musim yang memungkinkan kita tidak begitu susah untuk menyesuaikan diri. Berbeda halnya dengan negara-negara belahan dunia sana yang memiliki empat musim setiap tahunnya. Belum juga beradaptasi dengan musim yang sekarang, sudah begitu cepatnya berganti musim baru dan mau tidak mau kita harus mengikuti perubahan musim tersebut.

Musim kemarau yang menghampiri daerah tropis ini disebabkan oleh adanya angin muson. Curah hujan tentunya sangat kecil. Normalnya musim ini berlangsung selama lima hingga enam bulan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di Indonesia pada tahun 2019 ini terjadi pada bulan Agustus.  Namun, hingga Oktober  ini Indonesia masih berada di musim kemarau yang cukup panjang.

Suhu udara pada siang hari cukup panas. Bahkan pada hari-hari biasa mencapai 37 derajat celcius. Bisa dibayangkan bagaimana gerahnya ketika berada di ruangan yang tidak dilengkapi dengan pendingin ruangan. Begitupun juga bila kita sedang berada di luar ruangan yang gersang, tidak ada pepohonan sama sekali. Tentunya, kita akan merasakan terik yang menyengat secara langsung. Hal demikian tidak terjadi di malam hari. Ada suatu ketika, saat musim kemarau tiba pada malam harinya tubuh terasa dingin. Udara yang diproduksi pada malam hari merupakan udara dingin. Teryata, udara dingin malam hari disebabkan oleh kurangnya uap air. Pada kondisi seperti ini, kita perlu mengantisipasi dengan menyiapkan berbagai barang yang dibutuhkan untuk mengatkan tubuh.

Lalu, bagaimana menyikapi hal tersebut? Pakaian merupakan aksesoris wajib bagi tubuh yang berfungsi untuk memberikan perlindungan dan rasa nyaman pada tubuh. Ketika cuaca sedang tidak bersabat, seperti misal suhu dingin pada musim kemarau, kamu perlu mengenakan pakaian seperti jaket dan semacamnya untuk menghangatkan tubuh melawan udara dingin malam hari.

Salah satu jenis jaket yang dapat menjadi rekomendasi terbaikmu adalah jaket hoodie. Jaket satu ini mampu beradaptasi di berbagai suhu udara yang disebabkan oleh perubahan cuaca yang begitu cepat. Jaket hoodie dapat digunakan baik dalam keadaan panas maupun dingin. Jenis bahannya yang tidak terlalu tebal, membuatnya cocok digunakan di musim kemarau yang identik dengan pakaian hot summer. Hoodie menyediakan model yang bervariasi. Ciri khasnya adalah dilengkapi tudung yang dapat melindungi kepala dan udara dingin disekitar telinga dan leher. Jadi, tidak perlu khawatir jika berada di siang hari maupun malam hari.

Saat ini banyak pelaku usaha fashion yang menginovasi produknya agar lebih menarik dan beragam. Ada juga hoodie yang didesain nampak casual dan  menarik. Lebih menariknya, kamu dapat membeli kebutuhan fashionmu melalui Aplikasi Titipku. Mengapa Titipku? Aplikasi ini menangkat produk-produk buatan masyarakat untuk didistribusikan secara online melalui Aplikasi. Kamu dapat melakukan transaksi secara langsung lewat aplikasi satu ini. Ayo buruan penuhi kebutuhan fashion kerenmu!

Sabtu, 19 Oktober 2019

Sekecil Apapun Hasil Karyamu, Itu adalah Salah Satu Peluang

Image by Freepik

Ungkapan “usaha memang tidak mengkhianati hasil” memang benar begitu adanya. Hampir semua orang mengatakan barangsiapa yang berusaha pastilah akan menuai hasil sebagaimana usaha yang dia lakukan. Disini terjadi titik keseimbangan antara usaha dan hasil yang diperoleh. Begitu halnya dengan sebuah karya. Salah satu indikator suatu karya dikatakan bagus karena dia mendapat apresiasi dari banyak orang. Namun, bukan berarti karya yang tidak mendapatkan perhatian lebih dari orang lain berarti karya yang tidak bagus. Nilai sebuah karya memang tidak bisa kita generalkan. Terdapat subjektifitas dalam melihat sebuah hasil karya.

Kerajinan adalah contoh kongkret dari sebuah karya yang diciptakan. Membuat suatu kerajinan membutuhkan ketelatenan dan keuletan tersendiri. Bagaimana tidak, kita pasti akan disibukkan dengan berbagai pola yang membutuhkan teknik-teknik tertentu untuk membentuknya menjadi sebuah karya. Berbeda teknik berbeda pula waktu yang digunakan untuk mengerjakannya. Sehinga tidak heran bila sering kita jumpati kerajinan tangan yang membutuhkan waktu cukup lama untuk satu kali pengerjaannya. Keuletan, ketelatenan merupakan kata yang cocok untuk mewakili kegiatan para pengrajin.

Kerajinan dapat menjadi pundi-pundi penghasilan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Fenomena yang ada di lapangan, banyak tersebar bisnis kerajinan yang dapat menjadi andalan suatu daerah. Bahkan, produk-produk yang dihasilkan seringkali dilabel sebagai produk lokal khas daerah tersebut. Itulah yang  kemudian menjadikan produk-produk kerajinan buatan masyarakat setempat akan ramai di pasaran. Terlebih jika tempat produksi merupakan salah satu destinasi wisata. Lengkaplah sudah objek wisata tersebut.

Pemasaran produk memerlukan media yang sesuai agar jangkauan yang didapat juga lebih luas. Anekan produk kerajinan dapat dengan mudah memasuki pasaran global ketika dia mampu bersaing di portal-portal online lainnya. Mengingat kerajinan merupakan salah satu produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bagi kamu yang ingin memasarkan produk-produk seperti kerajinan dan semacamnya, kamu dapat menggunakan Aplikasi Titipku untuk membantu mempercepat pemasaran produkmu. Tidak hanya menyebarkan informasi terkait produk, akan tetapi para pengguna Aplikasi Titipku ini juga dapat melakukan transaksi secara langsung melalui aplikasi ini. Selain menghemat tempat, pastilah juga menghemat waktu untuk para calon pembeli. Ayo tunggu apa lagi, promosikan produkmu melalui Aplikasi Titipku dan nantikan transaksi-transaksi dari para pengunjung lapak onlinemu. Ayo belanja!

Kamis, 17 Oktober 2019

Bunga Kering, Bisnis Kerajinan yang Menjanjikan

Image by Freepik
Siapa yang tidak menyukai bunga? Bagi kaum feminis, bunga merupakan sesuatu yang menawan dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Ada dua macam bunga yang saat ini tengah digandrungi para remaja, yakni bunga yang segar atau basah dan bunga kering. Mungkin terdengar aneh ketika membicarakan bunga kering. Akan tetapi, bunga jenis ini semakin banyak dicari-cari orang bahkan bisa dikatakan saat ini bunga kering menjadi tren baru di masyarakat.

Bunga kering tengah merajalela dan menjadi terobosan dalam bisnis masyarakat. Salah satu contoh yang sering kita temui adalah bucket bunga. Bisnis jenis ini dapat dikatakan sebagai kategori bisnis kerajinan yang membutuhkan sentuhan seni baik dalam merangkai maupun perpaduan komposisi bunga-bunga di dalam satu ikat bucket. Bucket bunga kering menjadi hal yang unik dan tidak membosankan dilihat dari segi warna dan seni rangkainya. Bunga yang telah mengering akan berubah warna menjadi coklat. Inilah yang menjadi ciri khas dari kerajinan bunga kering. Namun, yang perlu diketahui, tidak hanya bunga saja yang dapat dirangkai dalam sebuah bucket. Bahan-bahan lain seperti daun-daun dan juga ranting menjadi bahan yang bagus untuk dijadikan kombinasi dari rangkaian bucket.

Bayangkan saja ketika bunga-bunga dan dedaunan kering berserakan di halaman sekitar rumahmu, tentunya akan sangat mengganggu pemandangan bahkan kita sering katakan itu hanya akan mengotori halaman saja, bukan? Namun, sesuatu berkata lain ketika bunga, daun, dan aneka ranting yang berserakan tersebut dikemas dalam satu rangkaian yang indah dan elegan. Warna coklat khasnya akan menimbulkan kesan klasik dan penuh kenangan. Kita seolah bernostalgia ketika memandang barang-barang yang berwarna cream, coklat, abu-abu, atau semacamnya. Hal ini karena warna-warna vintage telah mengisi ruang pikiran dan imajinasi kita. Sehingga, kita seolah berada pada ruang yang penuh dengan cerita.

Sekilas kerajinan bunga kering nampak tidak memiliki nilai-nilai segar dan membangkitkan semangat. Berbeda halnya dengan bunga-bunga yang baru saja dipetik dari tangkainya yang masih nampak segar dan enak dipandang mata. Tapi, kembali lagi bahwasannya semua itu bukan tentang nilai dari bunga itu melainkan kondisi seperti apa yang sedang kita inginkan waktu itu. Jadi, buat kamu yang tidak suka dengan hal mainstream, kerajinan bunga satu ini cocok untuk kamu jadikan pelengkap dalam setiap momen yang kamu butuhkan.

Setiap orang punya selera tentang jenis kerajinan yang berbeda-beda. Selain bunga, tentunya kamu juga memiliki kerajinan favoritmu bukan? Yuk coba jelajahi aneka kerajinan yang kamu sukai melalui Aplikasi Titipku. Di sini kamu bisa langsung membeli barang-barang yang kamu inginkan, lho. Ayo simpan waktumu dan beralihlah belanja lewat aplikasi kesayanganmu!

Sentra Kerajinan Gerabah yang Harus Kamu Kunjungi

Image by Faithmeetsstreet
Sektor kerajinan sedikit banyak telah mendapat hati di sebagian masyarakat. Baik yang memilih menjadi produsen maupun yang menjadi konsumen atau target pasar.  Bagaimana tidak, saat ini banyak tersebar sentra kerajinan yang digarap oleh masyarakat. Mulai dari kerajinan tangan dengan sentuhan tradisional hingga kerajinan yang pengerjaannya sudah menggunakan bantuan mesin. Hingga saat ini kerajinan telah memberikan banyak jenis dan macamnya yang bervariasi. Hal ini membuat para pengrajin terus melakukan berbagai inovasi dan kreasinya agar dapat bersaing di pasaran dan yang tak kalah penting adalah memberikan nilai dari setiap produk yang dibuat.

Gerabah merupakan salah satu sentra kerajinan yang cukup diminati masyarakat. Para penggemar barang-barang antik dan kuno pasti tahu dan akan memburu kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat satu ini. Proses pengerjaan gerabah memang tidak sulit. Hanya saja memerlukan waktu yang lama untuk setiap kali produksinya. Mengingat prosesnya yang harus ditelateni dan juga sabar ketika pengeringan agar membuatnya kuat dan kokoh. Gerabah yang sudah siap memasuki pasaran akan nampak mengkilap dan enak dipandang mata. Bahkan, sekilas kerajinan tersebut memang bukan barang mudah pecah. Tapi tetap kita perlu hati-hati dalam merawat dan menjaganya.

Daerah Bayat dapat dikatakan sebagai sentra pengrajin gerabah yang cukup populer di telinga masyarakat di berbagai penjuru. Di daerah ini berisikan para pengrajin yakni dari warga yang memproduksi beranekaragam gerabah yang siap memenuhi kebutuhan pasar masyarakat. Jika kamu merupakan salah seorang pemburu gerabah, kamu wajib mengunjungi tempat yang berada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah satu ini.  

Saat ini kerajinan gerabah tersedia dalam berbagai bentuk. Bisa barang-barang yang merupakan kerajinan terapan yakni yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun hanya sebagai hiasan untuk memperindah ruangan. Kerajinan seperti vas bunga itu tergolong dalam produk seni terapan. Kita dapat meletakkan bunga di dalamnya dan menjadikannya sebagai penghias ruangan. Tidak hanya itu, kerajinan seperti piring, kendi atau teko juga dapat digunakan sebagai tempat sajian. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesan antik dan elegan. Beberapa rumah makan seringkali menggunakan peralatan gerabah untuk tempat penyajian menu makanan.

Terlepas dari itu, kerajinan dari gerabah seperti guci, asbak, lampion, dan hiasan lainnya juga memiliki segmen tertentu di kalangan masyarakat. Sehingga pengrajin tidak perlu khawatir jika barang produksinya akan sulit dipasarkan. Barang-barang tersebut dapat dengan mudah dipasarkan secara online melalui Aplikasi Titipku. Kita juga dapat melakukan pembelian secara langsung cukup dengan melalui ponsel kita ketika aplikasi tersebut sudah terinstall dalam perangkat yang kita pegang. Ayo berlanja melalui Titipku dan dapatkan produk-produk terbaik pilihan kamu!

Sabtu, 12 Oktober 2019

Suka Makan Pedas Tapi Sering Mules? Cobain Tips Satu Ini

Image by Freepik
Makanan pedas memang menjadi favorit kebanyakan orang. Namun, apa jadinya jika yang didapat malah perut terasa mules? Terkadang hal-hal sepele seperti ini mudah sekali terjadi pada kita yang sebenarnya memiliki lambung yang memang tidak kuat menampung makanan pedas namun tetap kita paksakan. Alhasil jadi diare, lemas, dan gejala-gejala lainnya timbul. Kalau hanya mules saja mungkin tidak begitu bermasalah, tapi kalau sampai lambung terasa perih? Tidak lucu, bukan? Itulah mengapa kita harus berhati-hati dalam memilih makanan.

Setiap orang memiliki daya tahan lambung yang berbeda-beda. Ada orang yang memang dia tidak masalah sekalipun memakan makanan pedas yang berlebihan. Di sisi lain, ada pula orang yang jika makan makanan yang pedas sedikit saja pasti bermasalah dengan pencernaannya. Maka dari itu, pentinglah kiranya bagi kita untuk memahami karakteristik lambung kita sendiri. Tidak hanya ikut-ikut orang saja, melainkan juga tahu sejauh mana kekuatan dan kemampuan lambung kita dalam menerima asupan dari luar, terutama makanan pedas.

Cabai merupakan sumber utama paling populer dalam menciptakan rasa pedas. Tidak bisa dipungkiri, konsumsi cabai saat ini meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan maraknya tempat-tempat penjual makanan dengan menu spesialnya rasa pedas. Bahkan, contoh kecilnya saja mie itu mempunyai level atau tingkatan kepedasan yang berbeda-beda. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya makanan pedas masuk ke perut kita dalam jumlah yang cukup banyak. Diare, bukan?

Bagi kamu penggemar makanan pedas namun khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan setelahnya seperti perut mules, muntah, pusing, dan gejala lainnya, kamu dapat mengganti rasa pedas yang berasal dari cabai dengan menggunakan lada. Lada dapat memberikan rasa pedas bahkan cukup kuat jika dalam jumlah yang tinggi. Tapi hebatnya, pedas dari lada tidak akan membuat perut terasa mules dan bahkan menjadi diare. Menarik bukan? Pedas dari lada hanya akan berpengaruh pada suhu tubuh. Memang tubuh akan terasa panas ketika kita banyak mengonsumsi lada. Tapi terlepas dari itu, lada ini merupakan salah satu jenis rempah yang aman kita konsumsi dalam jumlah yang cukup banyak, sekedar untuk mendapatkan sensasi pedas seperti rasa cabai. Tidak percaya? Coba dulu dan rasakan reaksinya setelah itu.

Bahkan, saat ini banyak pula para penjual makanan yang menggunakan lada sebagai subtitusi cabai. Hal ini bagus untuk para pembeli yang ingin sekali makan cabai tapi khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari sistem pencernaan.

Jika kamu suka lada, kamu dapat mencoba mencari makanan-makanan yang menggunakan lada sebagai penambah rasa pedas melalui Aplikasi Titipku. Selain menyediakan ulasan tentang produk-produk seperti kerajinan, mebel, sembako, dan lain sebagainya, aplikasi ini juga menyediakan aneka rekomendasi kuliner yang dapat kamu coba. Yuk, download aplikasinya segera dan selamat berbelanja di Titipku!

"Nasi Jagung" Menu Sehat Tradisional yang Bikin Kenyang

Image by Tokoh Inspiratif

Jagung termasuk dalam daftar komoditas palawija unggulan. Jagung banyak dimanfatkan sebagai bahan pangan yang diolah menjadi berbagai bentuk dan varian. Produk-produk seperti bubur instant, gula jagung, sereal jagung dapat membantu mencukupi kebutuhan asupan kita ketika tidak punya banyak waktu untuk mengolahnya sendiri. Akan sangat mudah kita jumpai produk-produk jagung instan di swalayan dan pusat perbelanjaan lainnya.

Tahukah kamu jika jagung bisa diolah menjadi nasi? Olahan satu ini memang nampak asing di telinga kita bahkan akan sulit dicari. Tapi jangan salah, nasi jagung ini ternyata berasal dari kebudayaan masyarakat tradisional yang pada saat itu mengalami kesulitan dalam produksi beras. Bahan-bahan seperti singkong dan jagung akhirnya disulap menjadi nasi. Kandungan karbohidrat yang terdapat dalam umbi dan palawija tersebut dapat digunakan sebagai subtitutor beras.

Nasi jagung berasal dari jagung yang sudah melalui proses pengeringan. Bisa dijemur dibawah sinar matahari langsung atau dengan teknik-teknik tertentu. Jagung yang sudah dikeringkan tersebut lalu dihancurkan. Karena goalsnya sebagai pengganti nasi, tentunya juga diolah layaknya nasi pada umumnya. Jagung dihancurkan sampai lembut. Setelah itu barulah bisa dijadikan makanan pengganti nasi. Untuk menjadikannya nasi, jagung yang sudah halus tadi dimasak dengan cara dikukus. Pastikan api yang digunakan cukup stabil dan pakai api kecil saja. Cukup mudah bukan?

Seiring perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pengolahan nasi jagung juga mengalami transformasi dari mulanya dengan cara tradisional dan sekarang beralih dengan teknologi modern. Tapi tidak perlu khawatir, cita rasa dari nasi jagung tetap sama seperti nasi jagung yang sudah ada sejak jaman tradisional. Hanya saja bentuk dan variannya saat ini lebih beragam. Banyak inovator-inovator yang kemudian menuangkan ide-idennya untuk membuat terobosan baru dalam rangka menambah variasi dari nasi jagung itu sendiri.

Nasi jagung tradisional bisa kamu dapatkan di pasar-pasar tradisional. Biasanya para penjual menjajakan nasi jagung dengan kemasan tradisional pula. Kamu juga dapat membuatnya sendiri di rumah. Bahan-bahannya dapat kamu cari di Aplikasi Titipku. Mengapa melalui aplikasi? Terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan lain yang lebih penting, sehingga kegiatan seperti berbelanja bumbu-bumbu dapur seringkali terabaikan. Maka dari itu, mari beralih ke Aplikasi Titipku dan dapatkan produk-produk yang berkualitas. Ayo belanja!

Rabu, 09 Oktober 2019

Nostalgia Makanan Unik Era 90an yang Tetap Diminati


Image by Mesin Arum Manis
Setiap popularitas suatu hal mempunyai masanya masing-masing. Contoh yang sering kita temui adalah fashion. Kita pasti tidak asing lagi dengan fashion-fashion era 90an yang beberapaa waktu ini diangkat kembali oleh beberapa kelompok tertentu. Begitupula dengan kuliner. Tak heran kita sering mendengar aneka jajanan pasar yang sering dibicarakan oleh para orang tua terlebih kakek nenek. Ya, tentu saja. Pasti ada tawa yang melukiskan kenangan pada setiap makanan yang diceritakan. Makanan tempo dulu memang terkenal dengan kuliner legend. Di mana setiap sajian dari makanan ini memiliki cita rasa tersendiri yang khas dan unik pada masa itu.

Lagi-lagi tentang kuliner yang kalau diulas memang tidak ada habisnya. Lalu pertanyaan yang muncul adakah seberapa paham kamu tentang kuliner era 90an yang hingga kini masih menjadi daya pikat sebagian masyarakat? Kira-kira apa yang menyebabkan jenis-jenis kuliner era 90an tetap populer hingga saat ini?

Pasar-pasar tradisional masih saja menjajakan olahan makanan khas era 90an. Siapa yang tidak mengenal gulali? Jajanan yang menghadirkan rasa manis  kembang gula yang kenyal ini ternyata termasuk dalam deretan makanan tempo 90an yang disukai anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun. Kuliner berbahan dasar gula ini dibuat dengan penuh ketelatenan. Bagaimana tidak, kita harus memutar dan terus mengaduknya dari awal hingga air mendidih. Gulali memang bermacam-macam. Namun, satu yang paling legendaris dan terkenal masih tradisional adalah gulali dari gula jawa atau gula merah. Terkadang gulali gula jawa ini dicampurkan dengan kacang merah. Hal ini tergantung pada kesukaan pembeli saja. Ada yang masih mempertahankan gulali dasar tanpa campuran, di sisi lain ada juga yang sudah mengombinasikan dengan bahan-bahan lain yang dapat menarik perhatian konsumen.

Gulali bertekstur kenyal. Kita dapat merasakan kekhasan dari gulali pada gigitan pertama. Sedikit keras tapi lembut. Hal ini yang membuat gulali banyak disukai banyak orang. Apakah kamu salah satu dari penggemar makanan tradisional era 90an yang legendaris itu?

Temukan kuliner favorit kamu melalui Aplikasi Titipku. Kamu juga dapat melakukan transaksi cukup melalui aplikasi ini. Jadi, pastikan kamu sudah mendownload aplikasinya, ya. Jika belum, kamu dapat mengunduhnya di Playstore atau klik disini. Titipku menyediakan aneka produk-produk UMKM yang beragam. Nikmati keseruan berbelanja di Titipku dan dapatkan kejutan-kejutan menarik dari Titipku.

Selasa, 08 Oktober 2019

Kalau ke Dieng, Mampir Jl Temanggung-Wonosobo Dulu

Hai traveller, bagaimana kabar liburanmu kali ini? Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan berbagai keindahan alam yang mewarnainya. Salah satu destinasi wisata alam yang terkenal yaitu Dieng. Rute perjalanan bisa ditempuh lewat jalur kota ataupun jalur alternatif. Kira-kira kamu tipe traveller yang mana nih? Berikut sekilas keindahan alam sepanjang jalan menuju wisata Dieng Jawa Tengah.


Setiap traveller mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda ketika melakukan perjalanan wisatanya. Terkadang mereka memilih jalan utama untuk alasan agar tidak tersesat, namun ada juga yang memilih jalur alternatif agar cepat sampai tujuan dan tidak terjebak kemacetan lalu lintas pastinya. Begitupun perjalanan saya ke Dieng, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Saya memutuskan untuk memilih jalan alternatif dan akhirnya saya temukan sisi lain dari rute yang saya tempuh.

Berangkat dari arah Yogyakarta menuju jalan Magelang. Setelah itu ambil jalan menuju Sempu. Dari situ akan ada jalur alternatif menuju arah Temanggung. Ikuti jalan Temanggung-Wonosobo. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam. Rute ini dapat dikatakan lebih dekat daripada dari arah kota.

Sepanjang jalan Temanggung-Wonosobo kita akan menemui hamparan perkebunan tembakau yang menyejukkan mata. Udara disana sejuk namun juga dapat dikatakan dingin. Maka dari itu, disarankan bagi traveller untuk mengenakan pakaian yang sesuai dengan medan yang ada paling tidak mengenakan jaket. Tak hanya itu, para traveller juga akan disuguhi kegagahan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang jaraknya tidak cukup jauh dari rute yang ditempuh. Sebelum melanjutkan perjalanan lebih jauh, ada baiknya traveller memarkirkan kendaraannya sejenak dan menikmati kecantikan alam yang disuguhkan oleh Jawa Tengah ini. Untuk mendapatkan spot foto terbaik, traveller bisa mengambil angle pada sisi kiri perjalanan dan tepat di depan gunung. Dari situ akan nampak hamparan perkebunan tembakau dengan latar belakang Gunung Sindoro yang sangat jelas di depan mata.

Keadaan musim juga menjadi penentu keindahan yang disuguhkan sepanjang Jalan Temanggung-Wonosobo. Traveller akan mendapatkan suguhan lebih ketika melakukan perjalanan pada musim penghujan. Mengingat jalanan naik dan berliku, ketika melihat ke bawah kita akan diberi bonus  keindahan kabut selama perjalanan, layaknya berjalan diatas awan. Terlepas dari itu, perjalanan pada musim kemarau maupun penghujan tentunya memiliki kelebihan masing-masing. Selamat berlibur!

Artikel ini telah publish di DetikTravel dalam d'Travelers Stories

https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-4616273/sebelum-ke-dieng-coba-mampir-ke-spot-cantik-ini?_ga=2.249758470.1847513548.1593382215-979952166.1553573074