Selasa, 19 November 2019

Jika Jepang Punya Kimono, Indonesia Juga Punya Ulos

Image by Pinterest
Pakaian merupakan satu dari tiga bahan kebutuhan primer lain yang harus dimiliki setiap manusia. Manusia dengan perkembangan kebudayaannya menjadikan pakaian sebagai salah satu ciri khas dari masing-masing daerahnya. Tak jarang kita temui adanya berbagai macam pakaian adat dari setiap daerah. Bahkan dalam satu negara pastilah akan banyak pakaian adat baik tradisional maupun gaya modern. Jepang merupakan salah satu negara dengan pakaian adat khasnya. Kehadiran pakaian adat tersebut menjadikan Jepang sebagai pemilik budaya yang indah dan penuh makna. Pakaian adat Jepang yang terkenal hingga manca negara adalah Kimono.

Kimono sering dikaitkan dengan pakaian-pakaian saat jaman kekaisaran. Namun, sampai saat ini di seluruh penjuru Jepang dapat mengenakan Kimono. Bahkan orang luar mengenalnya sebagai pakaian adat yang kemudian menjadikannya ciri khas dari peninggalan nyata sejarah kekaisaran yang ada di Jepang.

Jika Jepang punya Kimono, tentunya Indonesia tidak kalah menarik dalam hal pengembangan budaya daerah. Ulos merupakan bukti nyata pakaian adat yang dikenakan oleh masyarakat Indonesia khususnya di bagian barat. Benar, masyarakat Sumatera khususnya Sumatera Utara memiliki satu kain tradisional yang dijadikan sebagai ciri khas dari daerahnya atau seringkali kita sebut pakaian adat. Ulos  terdiri dari banyak bagian mulai dari hiasan kepala hingga hiasan kaki. Layaknya Kimono yang dilengkapi dengan hiasan di kepala hingga sandal yang khas ketika menggunakan Kimono tersebut.

Ulos merupakan pakaian adat yang digunakan saat upacara pernikahan berlangsung. Bisa juga dipakai saat mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan atau tradisi lainnya. Untuk keperluan pernikahan tentunya Ulos terdiri dari satu pasang set pakaian untuk kedua mempelai. Perbedaan keduanya antara laki-laki dan perempuan terletak pada kepala. Laki-laki akan mengenakan kuluk, sedangkan perempuan mengenakan hiasan keemasan. Perbedaan lain pada jenis baju yang dikenakan. Laki-laki mengenakan baju kocak musang, sedangkan perempuan mengenakan baju kurung.

Ciri khas lain yang mendasari keduanya adalah kain songket. Kain ini merupakan kain khas masyarakat Sumatera yang kemudian digunakan sebagai pakaian adat. Ulos memiliki daya magis yang tinggi. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, khususnya berasal dari masyarakat Batak Karo menjadikan pakaian adat ini sebagai ajimat.

Aneka jenis kain saat ini banyak tersebar di pasaran. Kita tidak perlu datang ke tempat aslinya untuk membelinya melainkan dapat menjangkau dalam jarak jauh atau seringkali kita sebut online. Jika kamu ingin membeli berbagai macam kain yang merupakan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat, kamu dapat membelinya lewat Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam produk UMKM yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ayo belanja di Titipku!

Selasa, 22 Oktober 2019

Beda Bahan Beda Perlakuan, Perhatikan Cara Mencucinya


Image by Freepik

Tidak semua jenis kain dapat diperlakukan sama dalam hal perawatannya. Sebut saja batik. Hingga saat ini batik masih menjadi kain pilihan untuk menghadiri acara formal. Kualitas batik memang dapat dipengaruhi oleh teknik pembuatannya, tidak hanya bahan kainnya saja. namun, bahan kain yang digunakan juga akan berpengaruh pada teknik yang akan digunakan dalam proses pembuatannya. Kain yang bagus dipadukan dengan teknik yang sesuai tentunya akan menghasilkan kualitas batik yang unggul tidak hanya dari segi bahan tapi juga model dan kadar kelembutan motif. Berbeda halnya dengan kain yang bagus namun hanya dipakaikan untuk teknik cap, nilainya tidak sebanding ketika menggunakan teknik tulis. Terlepas dari itu, seperti apapun teknik pembuatannya, kain tersebut memerlukan perlakuan yang sesuai ketika kita hendak mencucinya.

Banyak kita temukan kain-kain yang lembut bak sutera, tipis seperti tisu, kasar, tebal, licin, dan aneka kharakteristik bahan pakaian lainnya. Sekilas seperti tidak ada pengaruhnya bagaimana kita mencucinya. Namun, salah metode pencucian juga dapat merusak kualitas bahan kain yang notabenya bagus. Hal utama yang perlu menjadi perhatian adalah jenis bahan kain tersebut. Perlulah kita mengenali untuk setiap jenis kain. Terkadang ada kain yang usai dicuci malah mengalami semacam penyusutan atau pengerutan. Sehingga yang ada kain tersebut seperti misal baju, maka akan nampak lebih kecil dari sebelum pencucian. Bahkan, ada juga bahan-bahan kain yang memudar warnanya ketika dicuci. Kita sering menyebutnya sebagai kain yang mudah luntur. Hal itu akan sangat disayangkan ketika kita mencuci kain yang luntur bersamaan dengan kain lainnya. Bisa jadi kain lainnya akan terkena imbas dari kain yang luntur itu tadi.

Deterjen dan aneka pencuci kain lainnya juga berpengaruh terhadap jenis kain yang akan dicuci. Tidak semua kain dapat dicuci dengan detergen yang sama. Bahkan ada kain yang hanya bisa dicuci dengan sampo. Itupun produk sampo tertentu pula. Oleh karena itu, sebagai pemilik yang bijak, kita harus peduli dan mengenali dengan jeli untuk setiap kain yang akan kita cuci. Jangan sampai kain bagus malah jadi rusak akibat salah teknik mencucinya. Selain itu, perlu dipahami juga ada beberapa kain yang tidak bisa dicuci dengan mesin cuci. Melainkan harus dengan cuci tangan manual. Selebihnya, masih ada lagi jenis-jenis kain yang tidak dianjurkan dicuci dengan disikat. Hanya bisa diperlakukan dengan dikucek dengan lembut kemudian dibilas.

Apapun jenis bahan kain yang kamu miliki, selalu perhatikan bagaimana metode pencucian yang sesuai dengan bahan kain tersebut. Kamu dapat memilih kain maupun detergen di toko-toko terdekat atau cukup dengan pesan online melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  yang ada di Indonesia. Ayo belanja di Titipku!