Rabu, 13 Mei 2020

Meningkatnya Produksi Masker Kain di Tengah Pandemi

Photo by Vera Davidova on Unsplash

Masker kini menjadi barang yang dicari-cari oleh setiap orang di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia saja, masker menjadi barang yang berharga ketika pemerintah mengumumkan penggunaan masker bagi setiap individu ketika bepergian keluar rumah. Bahkan, sempat mencuat kasus penimbunan masker berjenis masker bedah yang menyebabkan kekurangan masker bagi tenaga medis di rumah sakit. Orang-orang kemudian berbondong-bondong berebut masker seperti yang dikenakan oleh para tenaga medis. Menurut data dari kementrian kesehatan, memang masker bedah memiliki tingkat perlindungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan masker kain. Karena ia terdiri dari tiga lapisan yang bersifat anti air dan dapat menyaring kuman. Terlebih untuk masker jenis N95 yang memiliki empat lapisan.

Semakin tinggi kebutuhan pasar akan masker, membuat para pelaku usaha atau sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) beralih untuk memproduksi masker kain. Masker jenis inilah yang kemudian dihimbaukan oleh pemerintah untuk digunakan oleh masyarakat. Selain mudah ditemui, juga lebih efektif mengingat masker kain dapat digunakan berkali-kali dengan cara dicuci. Jika masker medis cenderung akan rusak ketika sudah di cuci, justru masker kain akan baik jika dicuci dan digunakan kembali. Hal inilah yang kemudian membuat masker kain banyak diproduksi dan diburu banyak orang.

Masker kain awalnya diproduksi dengan model dan warna yang standar. Yakni warna polos dan terdapat lipatan di tengah seperti halnya masker medis. Namun, saat ini masker telah dimodifikasi ke berbagai model dan warna. Modifikasi itulah yang memberikan daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat. Bahkan, bukan hanya menjadi alat pelindung untuk menekan persebaran virus, namun bertranformasi sebagai identitas strata sosial masyakat. Hal tersebut dapat dilihat dari mode dan harga yang dipasarkan. Jenis kain tentu juga mempengaruhi harga dari masker. Semakin bagus dan tidak membuat sumpek, tentu harga yang ditawarkan semakin mahal.

Hampir setiap warung dan UMKM lainnya menyediakan masker kain di samping barang dagangan pokok yang mereka produksi. Tentu ini menjadi peluang bagi para pelaku usaha untuk berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Baik dijual eceran maupun grosir dan tentu dengan harga yang berbeda antara keduanya.

Sebagai masyarakat yang peduli akan kesehatan, tentu kita harus senantiasa mempersiapkan perlindungan diri untuk mencegah merebaknya penularan virus corona yakni dengan mengenakan masker. Kamu dapat menemukan masker-masker di berbagai toko kelontong atau para pelaku UMKM lainnya. Jika kamu kebingungan mencari masker, kamu bisa cek di Titipku. Cukup dengan membuka Aplikasi Titipku, kamu dapat memilih berbagai macam masker dari berbagai UMKM dengan harga yang bervariasi. Selamat berbelanja dan jangan lupa kenakan maskermu!

Minggu, 24 November 2019

Gaun-gaun Estetik Berbahan Material Unik



Fashion sudah menjadi tren yang menempati posisi utama dalam kehidupan remaja. Banyak para desainer yang terus berinovasi untuk menciptakan pakaian-pakaian dengan berbagai model yang variatif. Bahkan, diantara desainer yang biasa menggunakan kain sebagai bahan untuk memproduksi pakaian, saat ini ada ditemui desainer yang menggunakan material unik untuk mengkreasikan pakaian yang dirancangnya. Beberapa kita lihat sekilas akan nampak luar biasa, bahkan seolah tidak yakin mengapa bahan-bahan yang tidak seharusnya digunakan malah justru bermanfaat sebagai subtitutor kain.

Tingginya harga kain barngkali menjadi salah satu alasan yang mendasarinya diluar memang karena kreativitas dan keunikan yang hendak diciptakan. Berikut beberapa sampel gaun-gaun menawan yang terbuat dari bahan-bahan yang unik.
1.      Gaun berbahan Plastik
Image by brilistyle.brilio.net
Sekilas nampak seperti gaun yang terbuat dari bahan yang tebal nan mengkilap. Begitulah pandangan awal ketika kita melihat para desainer yang menciptakan gaun dengan berbahan plastik. Bahannya yang mengkilap dapat memberikan kesan glamour terlepas dari esensi plastik didalamnya. Kebanyakan plastik yang digunakan adalah berwarna hitam. Hal tersebut yang membuat gaun akan nampak tetap elegan. Walaupun beberapa dipadukan dengan warna-warna lain sekedar untuk menambahkan nilai estetika dalam gaun.

2.      Gaun berbahan Kertas
Image by today.line.me
Kreasi busana berbahan dasar kertas memang sudah banyak kita temukan terlebih di event-event fashion show. Kreasi paling sering nampak di mata khalayak adalah gaun-gaun tari seperti tarian ballet. Kostum jenis ini memang paling mudah untuk dibentuk jika kita menggunakan kertas yang notabenya merupakan material yang tidak begitu lentur. Baju ballet perempuan khususnya akan nampak estetik dan tentunya tidak kendor alias tetap kencang walaupun digunakan untuk berbagai gerakan tertentu.

3.      Gaun berbahan Daun
Image by brilio.net
Satu kreasi busana yang tidak kalah menarik adalah gaun berbahan dasar dedaunan. Mayoritas daun memang berwarna hijau. Namun, akan sangat mainstream ketika daun-daun yang disulap menjadi gaun hanya berwarna hijau saja. Maka dari itu, banyak desainer yang mencoba menggunakan daun-daun yang memiliki warna tertentu seperti kuning, merah, dan cokelat untuk digunakan sebagai material gaun yang hendak dirancang. Daun-daun tersebut memang sudah ada yang tersedia (warna alami). Namun, jika ingin mengkreasikan warna lain bisa dilakukan proses pewarnaan terlebih dahulu. Gaun satu ini cocok digunakan untuk foto-foto preweding. Artinya, tidak cocok jika digunakan dalam keseharian dan dalam jangka waktu yang lama. Mengingat daun merupakan bahan yang mudah layu dan rusak.

Sungguh menarik bukan? Para tangan-tangan kreatif bisa menciptakan gaun-gaun dari bahan-bahan daur ulang yang bahkan tidak kita bayangkan sebelumnya. Kreasi-kreasi tersebut tentunya dapat menciptakan peluang di pasaran fashion. Usaha itu dapat dikembangkan melalui kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat. Produk UMKM dapat dijual melalui Aplikasi Titipku. Karena memang aplikasi ini dirancang khusus untuk turut memajukan UMKM yang ada di Indonesia.

Ayo kreasikan produk-produk unikmu dan pasarkan melalui Aplikasi Titipku!


Selasa, 19 November 2019

Jika Jepang Punya Kimono, Indonesia Juga Punya Ulos

Image by Pinterest
Pakaian merupakan satu dari tiga bahan kebutuhan primer lain yang harus dimiliki setiap manusia. Manusia dengan perkembangan kebudayaannya menjadikan pakaian sebagai salah satu ciri khas dari masing-masing daerahnya. Tak jarang kita temui adanya berbagai macam pakaian adat dari setiap daerah. Bahkan dalam satu negara pastilah akan banyak pakaian adat baik tradisional maupun gaya modern. Jepang merupakan salah satu negara dengan pakaian adat khasnya. Kehadiran pakaian adat tersebut menjadikan Jepang sebagai pemilik budaya yang indah dan penuh makna. Pakaian adat Jepang yang terkenal hingga manca negara adalah Kimono.

Kimono sering dikaitkan dengan pakaian-pakaian saat jaman kekaisaran. Namun, sampai saat ini di seluruh penjuru Jepang dapat mengenakan Kimono. Bahkan orang luar mengenalnya sebagai pakaian adat yang kemudian menjadikannya ciri khas dari peninggalan nyata sejarah kekaisaran yang ada di Jepang.

Jika Jepang punya Kimono, tentunya Indonesia tidak kalah menarik dalam hal pengembangan budaya daerah. Ulos merupakan bukti nyata pakaian adat yang dikenakan oleh masyarakat Indonesia khususnya di bagian barat. Benar, masyarakat Sumatera khususnya Sumatera Utara memiliki satu kain tradisional yang dijadikan sebagai ciri khas dari daerahnya atau seringkali kita sebut pakaian adat. Ulos  terdiri dari banyak bagian mulai dari hiasan kepala hingga hiasan kaki. Layaknya Kimono yang dilengkapi dengan hiasan di kepala hingga sandal yang khas ketika menggunakan Kimono tersebut.

Ulos merupakan pakaian adat yang digunakan saat upacara pernikahan berlangsung. Bisa juga dipakai saat mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan atau tradisi lainnya. Untuk keperluan pernikahan tentunya Ulos terdiri dari satu pasang set pakaian untuk kedua mempelai. Perbedaan keduanya antara laki-laki dan perempuan terletak pada kepala. Laki-laki akan mengenakan kuluk, sedangkan perempuan mengenakan hiasan keemasan. Perbedaan lain pada jenis baju yang dikenakan. Laki-laki mengenakan baju kocak musang, sedangkan perempuan mengenakan baju kurung.

Ciri khas lain yang mendasari keduanya adalah kain songket. Kain ini merupakan kain khas masyarakat Sumatera yang kemudian digunakan sebagai pakaian adat. Ulos memiliki daya magis yang tinggi. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, khususnya berasal dari masyarakat Batak Karo menjadikan pakaian adat ini sebagai ajimat.

Aneka jenis kain saat ini banyak tersebar di pasaran. Kita tidak perlu datang ke tempat aslinya untuk membelinya melainkan dapat menjangkau dalam jarak jauh atau seringkali kita sebut online. Jika kamu ingin membeli berbagai macam kain yang merupakan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat, kamu dapat membelinya lewat Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam produk UMKM yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ayo belanja di Titipku!

Senin, 11 November 2019

Tak Hanya Indah, Dream Catcher Erat dengan Kepercayaan Indian

Photo by Andreas Wagner on Unsplash
Keindahan dream catcher atau penangkap mimpi sudah menjadi pengakuan banyak orang. Kerajinan yang terbuat dari rotan, benang, dan bulu-bulu unggas ini banyak dijual di pusat aksesoris maupun swalayan-swalayan lainnya. Aksesoris gantung ini kian digemari banyak orang karena variasi warna maupun bahan yang mulai beragam.

Pernahkah kamu mendengar salah satu kepercayaan yang berasal dari suku Indian tentang asal mula Dream Catcher? Suku asli Amerika ini ternyata mempunyai kepercayaan yang begitu kuat terkait penangkap mimpi. Jika dilihat dari bentuknya sekilas mirip seperti sarang laba-laba. Itulah yang melatarbelakangi munculnya penangkap mimpi. Konon, terdapat laba-laba betina yang membuat sarangnya untuk membuai bayi yang baru lahir. Sarangnya berguna untuk melindungi bayi-bayi dari hal-hal buruk disekelilingnya. Mimpi buruk akan terperangkap dalam sarang tersebut sebelum sampai pada bayi tersebut.

Dikutip dari dreamcatcher.com, Ojibwa yakni salah satu suku asli Amerika meyakini bahwa akan ada dua kemungkinan mimpi yang mendatangi seseorang di waktu tidurnya. Yakni mimpi baik atau mimpi buruk. Ketika penangkap mimpi ini digantungkan dalam tempat tidur, ia akan bergerak dengan bebas di udara dan menangkap setiap mimpi yang melintas di dalamnya. Mimpi baik dipercaya dapat melewati jalan yang benar yaitu dengan melalui setiap celah yang ada di tengah anyaman dream catcher. Sedangkan mimpi buruk tidak tau ke mana jalan yang harus dilaluinya. Karena ketidakjelasan jalan yang hendak di lalui, akhirnya mimpi-mimpi buruk itu akan terperangkap dalam anyaman dream catcher dan akan dihancurkan oleh cahaya pertama pada pagi hari.

Pada zaman dahulu, dream catcher ini digunakan sebagai semacam jimat pelindung dari aroma buruk yang datang. Awalnya terbuat dari cincin besar dengan anyaman benang dan digantungkan pernak-pernik unik seperti batu-batu dan bulu-bulu. Aneka pernak-pernik dan ragam warna secara umum tidak mempengaruhi fungsi daripada penangkap mimpi itu sendiri.

Dream catcher kini sudah tersebar sampai ke berbagai penjuru yang digunakan sebagai hiasan di kamar. Beberapa ada yang mempercayai legenda di balik indahnya dream catcher tersebut. Namun, banyak juga yang memandang dream catcher sebagai hiasan semata karena memang keindahannya yang menarik dilihat mata terlebih ketika tertiup angin.

Berbagai tempat-tempat wisata sudah banyak menjual aksesoris satu ini. Bahkan dream catcher juga tersedia via online yakni di toko-toko online yang dikemas dalam bentuk aplikasi agar memudahkan calon pembeli. Aplikasi online tidak hanya menyediakan aksesoris saja melainkan produk-produk lain seperti kebutuhan keseharian. Salah satunya adalah yang tersedia di Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di masyarakat. Mau tahu apa saja produk yang tersedia di Aplikasi Titipku? Yuk download segera aplikasinya dan nikmati kemudahan transaksi melalui Aplikasi Titipku.

Petai Cina dan Santapan Menggiurkan


Image by Grid.ID


Lamtoro atau sering dijuluki petai cina merupakan tanaman dengan nama latin Leucaena leucocephala. Tanaman yang mempunyai habitat asli di Amerika ini sudah lama tersebar di Indonesia khususnya Pulau Jawa. Beberapa literatur menyebutkan, petai cina mengandung bahan antioksidan yang berfungsi menangani berbagai penyakit berbahaya seperti kanker. Beberapa pengobatan kemudian mulai menggunakan tanaman ini sebagai bahan pembuatan ramuan obat.

Terlepas dari penggunaannya sebagai obat herbal, ternyata petai cina bisa diolah menjadi masakan yang bercita rasa tinggi. Salah satunya botok petai cina. Olahan satu ini sudah menjadi masakan legend yang diminati keluarga Jawa khususnya. Sesuatu yang menjadikan masakan ini terasa jauh lebih nikmat karena adanya peran daun pisang dalam proses memasaknya. Daun pisang digunakan sebagai pembungkus botok petai cina dari awal sampai masakan matang.

Cara memasaknya cukup simpel dan mudah. Hal utama yakni siapkan seluruh bumbu dan bahan masakan yang nantinya dijadikan urapan atau dicampur dalam satu adonan. Bahan-bahan tersebut antara lain parutan kelapa, petai cina, tempe sebagai penambah cita rasa masakan, ebi atau ikan asin yang kecil-kecil, cabai, garam, dan gula. Langkah selanjutnya buat bumbu yang perlu dihaluskan yakni cabai, garam, gula, lalu campurkan bumbu tersebut dengan bahan-bahan lainnya. Setelah itu, masukan adonan tersebut dalam daun pisang. Cara membungkusnya sama halnya ketika kita membuat olahan nagasari. Langkah terakhir yakni dikukus. Pengukusan tidak memakan waktu yang cukup lama, hanya sekitar 30an menit saja.

Cita rasa pada botok petai cina ini memberikan aroma khusus yang menggiurkan ludah. Bagaimana tidak, rasa pedas, asin, dan gurih berpadu menjadi satu dalam balutan aroma daun pisang yang terkena panasnya asap pengukusan. Oalahan satu ini cocok dihidangkan dengan nasi dan juga gorengan atau kerupuk peyek.

Proses pengukusan yang cukup lama memang membuat kadar antioksidan yang terkandung di dalam petai cina berkurang. Namun, walaupun demikian petai cina tetap memiliki khasiat yang luar biasa. Oleh karena itu, hidangan botok petai cina yang lezat ini tentunya juga menjadi salah satu sajian yang baik untuk kesehatan tubuh.

Tanaman petai cina atau lamtoro dapat kita temui di pasar-pasar tradisional. Pasar tradisional juga menjual berbagai keperluan memasak lainnya. Jika tidak cukup waktu untuk berbelanja langsung ke pasar, kini kita dapat berbelanja online melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ayo belanja! Mari ciptakan resep-resep spesial masakan rumahan!

Lapar di Malam Hari? Jangan Khawatir Jogja Punya Solusi

Photo by James Sutton on Unsplash

Lagi-lagi seputar kuliner yang tidak ada habisnya bila diusut setiap hari. Bagaimanapun juga manusia adalah makhluk yang membutuhkan asupan makanan untuk dapat bertahan hidup. Begitupula dengan masyarakat Yogyakarta atau Jogja bahkan para pengunjung luar Jogja yang sekedar mampir untuk berwisata ke Kota Jogja.

Jogja merupakan kota pelajar yang dikerumuni banyak sekali pusat pendidikan dan pusat perbelanjaan maupun tempat-tempat nongkrong  lainnya. Tidak hanya itu, wisata kuliner malam juga banyak sekali kita temui di sepanjang jalan yang berada di Yogyakarta khususnya yang dekat dengan pusat pendidikan dan pusat perbelanjaan. Berbeda dengan kuliner siang lainnya, kuliner malam ini lebih didominasi oleh para pedagang lesehan di pinggir jalan.

Suasana makan di pinggir jalan pada siang dan malam hari akan terasa sangat berbeda. Kita akan merasakan kepulan polusi dari asap kendaraan bermotor pada siang hari. Namun, ketika malam tiba seolah polusi tersebut hilang dan tergantikan oleh udara segar malam hari. Padahal jika ditelisik ya tetap saja asap kendaraan itu ada. Hanya saja sugesti kita lebih kuat diatas itu sehingga seolah nampak segar saja udara di malam hari.

Sambil menikmati gemerlapnya lampu kota  Jogja, para pengunjung wisata kuliner malam akan disuguhkan dengan hidangan khas Jogja yang rasanya tak tergantikan dengan yang lain. Jogja terkenal dengan rasa yang manis untuk setiap kulinernya. Tak heran jika makanan yang disediakan di kuliner malam lebih dominan masakan manis dibandingkan dengan yang lain. Salah satunya yaitu gudeg Jogja.

Gudeg merupakan olahan makanan yang berbahan dasar nangka muda. Cara masaknya direbus seperti halnya memasak sayur lainnya. Hanya saja ketika memasak ditambahkan gula dan ditunggu sampai airnya hampir habis sambil gula tersebut larut dalam sayur nangka muda atau yang kemudian disebut gudeg. Gudeng cocok dihidangkan dengan sisiran daging ayam dan juga telur ayam yang di masak dengan direbus bumbu kecap. Bisa dibayangkan seperti apa rasa manis yang tercipta dari olahan kuliner malam Jogja ni. 

Gudeg menjadi salah satu produk hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat Yogyakarta. Produk-produk UMKM dapat dengan mudah didapatkan via online melalui Aplikasi Titipku. Kita dapat berbelanja dengan leluasa melalui aplikasi ini. Barang akan ditransfer sesuai tempat tujuan yang kita isikan. Mudah bukan? Ayo belanja di Titipku!




Jenis-jenis Teh yang Patut Kamu Ketahui

Image by Freepik
Teh menjadi salah satu minuman yang paling banyak digemari oleh orang Indonesia. Unilever Food Solutions mencatat bahwa meminum teh sudah menjadi tradisi yang sudah lama tertanam sejak dulu bahkan siapapun dapat melakukannya tanpa terbatas oleh golongan, kelas sosial, ataupun budaya lain. Teh kian menjadi sajian hangat di pagi hari yang cocok untuk menemani waktu santai sebelum melakukan aktivitas sehari-hari.

Seringkali kita jumpai berbagai jenis teh di pasaran. Tak jarang juga kita mendengar atau melihat iklan tentang teh dengan berbagai brand dan keunikan-keunikannya. Tahukah kamu orang Indonesia menyukai beberapa teh dengan metode khusus untuk setiap kali penyajiannya? Berikut merupakan jenis-jenis teh yang menjadi favorit masyarakat Indonesia untuk menemani aktivitas lenggangnya setiap hari.

1.      Teh Tubruk
Metode pembuatan teh satu ini memang berbeda dari yang lain. Bahkan, tak  banyak orang yang suka melihat tampilan teh satu ini. Di satu sisi, banyak pula orang-orang yang lebih tertarik untuk menyajikan teh dalam bentuk tubruk. Teh tubruk dapat dikatakan sebagai teh tertua yang tersebar di masyarakat. Sebelum masuknya metode-metode baru, masyarakat kerap menyajikan teh dengan diseduh tanpa disaring. Teh tubruk ini menghadirkan aroma dan cita rasa tersendiri yang tentunya berbeda dengan teh-teh lain. Teh jenis ini akan terkesan lebih original dan unik.

2.      Teh Tarik
Berbeda dengan teh tubruk yang disajikan cukup dengan dituang lalu diseduh, teh satu ini cenderung dikatakan cukup rumit dari segi penyajiannya. Bagaimana tidak, untuk menghasilkan satu teh tarik, kita perlu menarik-narik teh selama beberapa kali dan mengkombinasikannya dengan susu untuk dapat hasil yang maksimal. Cita rasa teh tarik dapat dinikmati siapa saja. Memang dari segi harga, teh tarik cenderung lebih mahal dari teh-teh yang lain. Barangkali bisa karena metode penyajiannya yang agak rumit ataupun memang karena bahan-bahan yang digunakan untuk dapat membuat saran penyajian yang proporsional.

3.      Teh Celup
Seiring perkembangan teknologi, sistem pengemasan pada industri makanan juga semakin berkembang dan terstandar. Salah satu contohnya teh celup. Teh satu ini dikemas dalam wadah yang dapat ditembus oleh air dan tidak sobek atau rusak ketika terkena air panas. Teh celup akan lebih praktis dan simpel. Dari segi packaging menarik serta kemudahan-kemudahan yang ditawarkan juga tidak kalah menarik. Salah satu keuntungan besar dari teh satu ini adalah ketika kita kedatangan tamu dalam jumlah yang cukup banyak akan tetapi kita tidak sempat menyiapkannya sebelumnya. Caranya mudah dan simpel, cukup tuangkan air panas ke dalam tempatnya lalu masukkan teh celup ke dalam air panas tersebut. secara otomatis air akan berubah warna yakni seperti warna teh pada umumnya.

Nah, itu tadi merupakan beberapa jenis teh yang menjadi budaya masyarakat Indonesia sampai hari ini. Apapun jenis tehnya kamu dapat membelinya secara online melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) yang siap edar di pasaran online. Cara penggunaannya mudah cukup download aplikasinya lalu ikuti notifikasi dari perangkat yang bersangkutan. Otomatis akan terdaftar dalam sistem aplikasi dan kita bebas menggunakannya untuk mencari informasi terkait detail produk UMKM.

Jenang, Jajanan Ttradisional yang Terkenal Filosofinya

Image by pulse.lk
Kuliner kini menjadi buruan yang begitu hangat di kalangan masyarakat. Diantara banyaknya kuliner yang ada di tengah masyarakat, jenang menjadi kuliner yang tetap memiliki pasar tersendiri bagi sebagian masyarakat tertentu. Berbahan dasar beras ketan, jajanan pasar tradisional ini menjadi begitu legendaris dengan cita rasanya yang khas. Olahan satu ini berasa manis dan  kenyal sedikit lengket. Itulah yang kemudian menjadi keunikan dari jenang ayu.

Filosofi Jenang
Jenang ternyata merupakan makanan yang sudah ada sejak jaman kerajaan dahulu yakni ketika kemunculan kerajaan Hindu-Budha. Pada waktu itu makanan digunakan sebagai salah satu sarana yang menjadi simbol untuk menghaturkan sesuatu terutama dalam memanjatkan doa-doa dan pujian lainnya. Dikutip dari goodnewsfromindonesia, jenang merupakan salah satu makanan yang dijadikan sebagai simbol doa, persatuan, harapan, dan semangat. Jenang kemudian dijadikan simbol atas wujud rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta. Jenang sebenarnya terbagi menjadi banyak jenis. Namun, secara keseluruhan filosofi yang terkandung di dalamnya tidak jauh berbeda antara jenang satu dan lainnya.

Jenang seringkali dijumpai ketika ada acara hajatan masyarakat. Seperti acara pernikahan, sepasaran bayi yakni pemberian nama bayi yang lahir, maupun upacara tujuh bulanan. Di acara pernikahan jenang diyakini dapat menghantarkan keberkahan kepada mempelai dan juga keluarga. Sementara ketika jenang digunakan dalam acara pemberian nama, harapannya dapat mendatangkan kebaikan-kebaikan yakni sebagai doa bagi si bayi yang diberi nama tersebut. Untuk acara tujuh bulanan, jenang didaulat sebagai makanan yang khas untuk ibu yang sedang mengandung bayinya.

Jenis-jenis Jenang
Jenang ternyata terdiri dari beberapa jenis. Diantaranya adalah jenang ayu yang biasa dijumpai ketika ada hajatan pernikahan. Biasanya jenang satu ini dihidangkan kepada tamu yang datang sebagai makanan pembuka. Selain itu, ada jenang sumsum. Berbeda dengan jenang ayu, jenang sumsum lebih encer karena menggunakan kuah yang disebut dengan kilang yang terbuat dari gula merah yang dicairkan. Jenang lain yakni jenang procotan yang biasa digunakan saat upacara selamatan ibu hamil atau tujuh bulanan. Kemudian ada jenang abang yang digunakan sebagai perwujudan simbol pada malam suro dan malam-malam pemanjatan doa lainnya. Tidak hanya itu, masyarakat Jawa juga menyediakan jenang ireng dan jenang grendul yang disajikan sebagai kuliner keluarga di rumah.

Diantara banyaknya jenis jenang dan nilai filosofis yang terkandung pada setiap jenisnya, jenang seringkali diproduksi oleh kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kini UMKM dapat diakses melalui portal online yakni Titipku. Portal ini menyediakan output berupa aplikasi yang didalamnya terdapat aneka produk UMKM. Dengan demikian, jika hendak berbelanja produk UMKM tidak perlu jauh-jauh ke tempat tujuan hanya cukup dengan melalui Aplikasi Titipku maka semua akan teratasi.




Sabtu, 19 Oktober 2019

Sekecil Apapun Hasil Karyamu, Itu adalah Salah Satu Peluang

Image by Freepik

Ungkapan “usaha memang tidak mengkhianati hasil” memang benar begitu adanya. Hampir semua orang mengatakan barangsiapa yang berusaha pastilah akan menuai hasil sebagaimana usaha yang dia lakukan. Disini terjadi titik keseimbangan antara usaha dan hasil yang diperoleh. Begitu halnya dengan sebuah karya. Salah satu indikator suatu karya dikatakan bagus karena dia mendapat apresiasi dari banyak orang. Namun, bukan berarti karya yang tidak mendapatkan perhatian lebih dari orang lain berarti karya yang tidak bagus. Nilai sebuah karya memang tidak bisa kita generalkan. Terdapat subjektifitas dalam melihat sebuah hasil karya.

Kerajinan adalah contoh kongkret dari sebuah karya yang diciptakan. Membuat suatu kerajinan membutuhkan ketelatenan dan keuletan tersendiri. Bagaimana tidak, kita pasti akan disibukkan dengan berbagai pola yang membutuhkan teknik-teknik tertentu untuk membentuknya menjadi sebuah karya. Berbeda teknik berbeda pula waktu yang digunakan untuk mengerjakannya. Sehinga tidak heran bila sering kita jumpati kerajinan tangan yang membutuhkan waktu cukup lama untuk satu kali pengerjaannya. Keuletan, ketelatenan merupakan kata yang cocok untuk mewakili kegiatan para pengrajin.

Kerajinan dapat menjadi pundi-pundi penghasilan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Fenomena yang ada di lapangan, banyak tersebar bisnis kerajinan yang dapat menjadi andalan suatu daerah. Bahkan, produk-produk yang dihasilkan seringkali dilabel sebagai produk lokal khas daerah tersebut. Itulah yang  kemudian menjadikan produk-produk kerajinan buatan masyarakat setempat akan ramai di pasaran. Terlebih jika tempat produksi merupakan salah satu destinasi wisata. Lengkaplah sudah objek wisata tersebut.

Pemasaran produk memerlukan media yang sesuai agar jangkauan yang didapat juga lebih luas. Anekan produk kerajinan dapat dengan mudah memasuki pasaran global ketika dia mampu bersaing di portal-portal online lainnya. Mengingat kerajinan merupakan salah satu produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bagi kamu yang ingin memasarkan produk-produk seperti kerajinan dan semacamnya, kamu dapat menggunakan Aplikasi Titipku untuk membantu mempercepat pemasaran produkmu. Tidak hanya menyebarkan informasi terkait produk, akan tetapi para pengguna Aplikasi Titipku ini juga dapat melakukan transaksi secara langsung melalui aplikasi ini. Selain menghemat tempat, pastilah juga menghemat waktu untuk para calon pembeli. Ayo tunggu apa lagi, promosikan produkmu melalui Aplikasi Titipku dan nantikan transaksi-transaksi dari para pengunjung lapak onlinemu. Ayo belanja!