Sabtu, 28 September 2019

Jangan Khawatir, Ubi Ungu dapat Atasi Masalah Kulit Belangmu



Photo by freepik
Percaya atau tidak, ubi ungu ternyata dapat membantu mengatasi aneka permasalahan kulit yang sensitif akibat paparan sinar matahari. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan ada banyak sekali manfaat ubi ungu untuk kesehatan kulit terutama wajah. Penggunaan jenis umbi satu ini untuk kecantikan memang sedang gencar-gencarnya. Faktanya bahan-bahan alami dan perawatan herbal seperti ini menjadi pilihan dari banyak remaja khususnya wanita saat ini. Hal tersebut kemudian membuat ubi ungu menjadi bahan potensial untuk dijadikan aneka cream maupun dikemas dalam bentuk lain.

Wajah merupakan bagian tubuh yang memiliki sensitifitas tinggi diantara bagian kulit luar lainnya. Permasalahan-permasalahan mulai bermunculan akibat pengaruh lingkungan seperti debu, panas matahari, udara dingin, dan lainnya. Meski banyak pula masalah wajah yang memang sudah bawaan dari orang tersebut seperti kondisi wajah yang kering atau sebaliknya yakni lembab. Sebagai wanita, kita perlu mengetahui kharakteristik kulit wajah kita. Hal ini tak lain agar kita tidak salah langkah dalam merawat kulit sensitif kita.

Kulit kering dapat diatasi dengan menggunakan masker dan aneka pelembab lain sebelum pergi keluar ruangan. Debu-debu dan udara sekitar dapat membuat kulit wajah semakin kering dan terasa panas. Usia wajah dapat terlihat lebih tua ketika kulit kita kering. Wajah juga tidak akan terlihat segar seperti kulit normal lainnya. Begitupun sebaliknya. Kulit yang terlalu lembab tentunya tidak baik untuk wajah. Selain mudah berminyak, kulit yang lembab akan memerah jika terkena paparan sinar matahari akibat aktivitas yang dilakukan di luar ruangan.

Sebagai wanita, tentunya akan merasa serba salah dalam merawat kulit dengan karakteristik yang beragam dan memerlukan sentuhan khusus dalam kesehariannya. Penggunaan kosmetik yang tidak cocok justru dapat membuat kondisi kulit semakin memburuk. Tentunya kita perlu hati-hati dan waspada sekali dalam menyikapi kulit manja kita. Cream-cream yang berguna sebagai pelindung paparan sinar matahari semestinya menjadi perhatian kita mengingat tidak semua cream cocok untuk diaplikasikan pada kulit wajah.

Permasalahan lain dalam kulit selain kering maupun berminyak adalah kulit belang. Masalah ini seringkali terjadi pada wanita yang berhijab. Tidak semua bagian wajah dapat terkena sinar matahari. Biasanya di bagian samping wajah tepatnya di sisi pinggir dari pipi yang rentan terhadap masalah kulit belang. Memang penggunaan sunblock dan semacamnya dapat mengurangi kulit belang tapi tidak seluruhnya. Hal ini karena intensitas terpaparnya sinar matahari pada wajah tidak menentu. Kadangkala dalam sehari dapat terpapar selama berjam-jam, dan ada kalanya hanya beberapa waktu saja. Durasi semacam itu hanya akan menambah belangnya kulit wajah kita.

Sebagian dari kita tentunya akan panik dan khawatir jika ada masalah dalam wajah kita. Bayangkan saja ketika kamu selesai aktivitas di siang hari lalu menanggalkan jilbabmu dan bercermin lalu akan nampak kulit wajahmu yang berbeda warna. Tentunya akan sangat risih, bukan? Ya memang benar. Hal tersebut wajar karena paparan sinar matahari dapat membuat kulit kusam. Kamu cukup perlu menggunakan cream-cream yang mengandung SPF tertentu untuk membantu mengatasi masalah kulit belangmu. Namun, jika kamu termasuk orang yang mempunyai kulit sangat sensitif dan tidak cocok ketika diaplikasikan sebuah cream di wajah, kamu dapat mencoba menggunakan tips satu ini.

Ubi ungu merupakan jenis umbi-umbian yang sering diolah menjadi aneka kuliner khas suatu daerah. Rasanya yang manis dan mengenyangkan karena merupakan sumber karbohidrat untuk tubuh menjadi incaran banyak orang terutama bagi orang yang sedang menjalani program diet. Terlepas dari itu, ternyata ubi ungu bisa juga digunakan sebagai salah satu bahan kecantikan. Biasanya ubi ungu diolah dan dikemas dalam bentuk masker. Masker ubi ungu memiliki banyak khasiat salah satunya untuk mengatasi kulit wajahmu yang belang.

Tahukah kamu mengapa ubi ungu dapat mengatasi kulit belang?
Ubi ungu mengandung vitamin C dan betakaroten yang berfungsi untuk memperbaiki sel-sel kulit mati. Kadar vitamin dan betakaroten dari ubi ungu cukup tinggi. Sangat disayangkan jika ubi ungu hanya diolah menjadi makanan camilan saja seperti yang biasanya kita jumpai di toko-toko oleh-oleh atau camilan. Mengingat ubi ungu memiliki kandungan yang bermanfaat untuk mengatasi masalah kulit, maka perlulah kiranya kita menggunakan bahan alami satu ini sebagai alternatif kita untuk digunakan pada wajah kita. Hal inilah yang kemudian membuat ubi ungu atau yang sering disebut dengan ubi jalar ini dialihkan untuk diolah menjadi bahan kosmetik.  

Bagaimana cara mengaplikasikannya?
Tentunya sangat mudah. Ubi ungu dapat diaplikasikan dengan dua perlakuan yakni dalam kondisi basah atau kering. Untuk yang basah, cukup dengan menghaluskan ubi ungu lalu mengaplikasikannya di wajah dan tunggu beberapa menit lalu bilas dengan air bersih. Sementara itu, untuk yang kering kamu perlu menghaluskan dan mengeringkannya hingga menjadi bubuk. Cara tradisional seperti diiris tipis-tipis lalu dikeringkan kemudian dibuat bubuk tabur ketika sudah kering juga mudah sekali dilakukan. Cara-cara tersebut pada dasarnya tidak mengurangi kandungan yang terdapat dalam ubi ungi. Jadi, kamu dapat memilih diantara keduanya. Cukup mudah, bukan?

Ubi ungu dapat kamu peroleh di aneka swalayan. Bahan ini mudah didapatkan karena sering digunakan masyarakat untuk diolah menjadi produk unggulan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kamu dapat mengeceknya secara online melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini dapat kamu unduh melalui Playstore yang ada di HP kamu atau dapat langsung klik link berikut. Setelah itu, cukup login dan masukan data diri kamu lalu nikmati fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi tersebut. Kamu dapat membelanjakan uangmu untuk membeli produk-produk UMKM melalui aplikasi ini. Menarik, bukan?

Tentang Titipku
Titipku merupakan salah satu startup yang bergerak dalam bidang UMKM yakni membantu memasukkan UMKM ke dalam pasar global. Masuknya pasaran global tentunya perlu dibantu dengan adanya koneksi internet dan proses digitalisasi produk. Maka dari itu, Titipku hadir sebagai inisiator digitalisasi UMKM yang ada di Indonesia. Produk-produk yang sudah terdigitalisasi oleh Titipku dapat diakses melalui Aplikasi Titipku yang menarik dan mencakup detail produk mulai dari harga, alamat produksi, dan aneka informasi lainnya. Titipku tidak hanya mengangkat produk untuk masuk ranah digital, tetapi juga mengangkat cerita dibalik proses produksi produk UMKM yang ada di masyarakat.Tak jarang kita temui kisah-kisah inspiratif dari para produsen barang baik dalam skala besar maupun kecil sekalipun. Dari situlah kita akan mendapatkan dua informasi sekaligus yakni seputar produk UMKM dan juga seputar kisah perjuangan dari pelaku UMKM tersebut.

Ayo, bantu UMKM di Indonesia memasuki pasaran online untuk mempercepat dan memperluas penjualan. Seperti yang  kita ketahui bahwasannya hadirnya UMKM di masyarakat dapat membantu menunjang sektor pendapatan negara, maka dari itu mari kita mulai dengan cara kita untuk mendukung perekonomian negara dan juga masyarakat melalui gerakan Jelajah di Aplikasi Titipku.

Jumat, 27 September 2019

Berapa Kali Kamu Belanja dalam Sehari?

Photo by freestock.org on Unsplash
Gaya hidup seseorang memang beragam. Setiap orang  mempunyai keunikan masing-masing dari kebiasaannya. Contohnya dalam berbelanja. Seperti yang kita tau, belanja merupakan salah satu kebutuhan dan juga bisa menjadi sebuah keinginan belaka saja. Terkadang ada orang yang belanja  memang karena untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya. Bahkan aktivitas berbelanja sudah dijadwalkan dan menjadi rutinitas yang harus dilakukan ketika waktunya tiba. Namun, berbeda halnya dengan belanja yang hanya mengedepankan keinginan saja. Tipe orang jenis ini cenderung boros dan dapat dikatakan hedon. Mengapa demikian? Tentu saja karena ia membelanjakan uangnya hanya untuk barang-barang yang ia ingin beli yang mungkin sebenarnya itu bukan barang yang ia butuhkan. Entah saat ini atau mendatang.

Siapa yang tidak tertarik ketika melihat barang-barang yang memikat mata? Hal semacam ini sangat sering terjadi ketika kita jalan-jalan dan hanya lihat-lihat saja tanpa ada tujuan ingin membeli barang sebelumnya. Seperti kita sedang bermain ke pusat perbelanjaan dan sekedar ingin memanjakan mata. Sebenarnya ini tidak menjadi masalah ketika kita punya cukup uang dan mampu membeli setiap barang yang kita inginkan, namun jika kondisinya kita sedang tidak membawa uang yang cukup tentunya hanya akan semakin membuat kita khawatir jika nanti barang tersebut sudah sold out ketika kita kembali membawa uang untuk itu. Hal itu sering disebut dilema dalam belanja. Apakah hal ini pernah terjadi padamu? Lalu, apa yang kamu lakukan untuk itu? 

Berbelanja dapat dilakukan di mana saja dan dengan cara apa saja. Mungkin jaman dulu jika ingin belanja kita harus pergi ke suatu tempat dan melakukan transaksi secara langsung dengan penjual. Setelah itu baru kita dapat membawa barang tersebut pulang. Namun, saat ini kita dapat berbelanja cukup dengan bantuan komputer atau smartphone yang terkoneksi dengan internet lalu kita dapat memilih barang-barang yang dijual. Ini dinamakan berbelanja dengan sistem online. Kita tidak perlu repot-repot pergi hanya untuk berbelanja. Cukup duduk manis di rumah, dan tunggu saja nanti barang yang kita beli akan tiba dengan sendirinya yakni dengan dikirim paket. Memang, berbelanja dengan sistem online memungkinkan terjadi komplain terkait barang. Contoh kecilnya barang yang kita pesan tidak sesuai dengan yang dikirimkan. Hal tersebut menjadi sesuatu yang wajar karena sistem belanja yang dalam jaringan (online) sehingga kita tidak bisa melihadetail barang yang akan kita beli. Kita juga harus menanggung biaya pengiriman barang yang kita beli. Semakin banyak barang dan semakin jauh lokasi pengiriman tentunya akan memakan biaya yang berbeda bahkan lebih banyak pula.

Perlu diketahui, masing-masing sistem belanja memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing. Kekurangan yang ada akan menjadi sesuatu yang menguntungkan ketika kita sedang disibukkan oleh kegiatan yang ada dan kita tidak memiliki cukup banyak waktu untuk pergi ke tempat perbelanjaan. Begitupun sebaliknya. Keuntungan dari berbelanja sistem online tersebut dapat merugikan apabila kita dirasa mampu untuk pergi langsung ke tempat belanjanya tapi memilih untuk belanja online. Keduanya mempunyai impact yang berbeda kepada kita. Tapi tidak perlu khawatir, ini merupakan sebuah pilihan. Masing-masing orang bebas menentukan cara berbelanja mereka sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Berapa kali kamu berbelanja dalam sehari?
Sebuah pertanyaan yang menggelitik apabila kita termasuk orang yang suka berbelanja terlebih dengan banyak munculnya portal-portal belanja online saat ini. Kemudahan sistem, akan membuat kita intensitas belanja kita meningkat. Itu hal yang wajar, bukan? Ketika teknologi hadir dan dirasa menguntungkan keseharian kita, pasti akan selalu kita manfaatkan. Salah satunya untuk berbelanja.

Di mana kamu biasa berbelanja?
Berbelanja di swalayan sudah tidak jaman lagi bagi kalian yang terlalu disibukkan dengan aktivitas dan tugas menumpuk yang harus segera diselesaikan. Sebagai alternatif, belanja onlinelah yang menjadi pilihan ketika dalam kondisi seperti itu. Titipku merupakan salah satu startup yang bergerak untuk membantu digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Indonesia.  Adanya Titipku tentunya dapat mempercepat penjualan suatu produk atau jasa karena sudah masuk sistem online mengingat saat ini banyak orang-orang yang berpindah haluan untuk berbelanja lewat sistem online. Titipku tersedia dalam bentuk aplikasi yang dapat kamu download di sini. Di dalamnya terdapat tempat-tempat yang direkomendasikan untuk kamu yang mau berbelanja. Banyak sekali UMKM yang sudah masuk dalam daftar Titipku. Kamu bisa memesan produk tersebut dan lakukan transaksi. Produk yang kamu pesan akan dikirim dengan cepat ke tempat tujuan yang dituliskan sebelumnya.

Mengapa Titipku?
Titipku lebih mengangkat potensi lokal yang ada di masyarakat. produk-produk yang ada di masyarakat dan belum pernah memasuki pasaran online akan didigitalisasikan oleh Titipku. Dengan demikian, kamu tidak perlu jauh-jauh mengunjungi pusat UMKM yang ada, tapi cukup dengan membuka Aplikasi Titipku dan lakukan pembelian disitu. Di samping itu, Titipku juga menyediakan fitur Jelajah yang menarik. Kamu dapat menuliskan ulasan mengenai produk-produk UMKM yang kamu temui lalu mengunggahnya di Aplikasi Titipku. Kamu akan memperoleh reward dari tulisanmu itu. Menarik bukan? Ayo berbelanja di Titipku dan tulis cerita UMKM yang kamu temui di fitur Jelajah yang ada di Aplikasi Titipku.


Mari, jadi bagian dari proses digitalisasi UMKM yang ada di Indonesia!  

Rabu, 25 September 2019

Hal yang Perlu Kamu Ketahui dalam Memilih Sayuran


Photo by Ja Ma on Unsplash
Menurut survei yang dilakukan Kementrian Pertanian Republik Indonesia, kebutuhan konsumsi buah dan sayur masyarakat pada tahun 2019  mencapai 115 kkal/kapita/hari. Angka tersebut tidaklah tergolong kecil. Konsumsi sayuran masyarakat perlu dipenuhi mengingat kebutuhan gizi masyarakat juga perlu menjadi perhatian. Pasokan sayuran di Indonesia diperoleh dari lahan para petani sayur. Sayuran yang diedarkan di pasaran terkadang tidak melalui proses penyortiran yang baik. Bisa jadi karena terlewat atau memang tidak terlalu diperhatikan.  Hal semacam ini perlu menjadi perhatian para pembeli sayuran yang sedang berbelanja terkhusus kaum ibu-ibu. Perlu dicermati dan diketahui bahwa tak jarang sayuran dibesarkan dengan bantuan pupuk dan pestisida untuk menanggulangi hama yang menyerang tanaman. Zat-zat yang terkandung dalam komponen pupuk dan pestisida tentu tidak baik untuk kesehatan manusia. Maka dari itu, ketika berbelanja pastikan kamu memperhatikan hal-hal yang dapat meminimalisir masuknya kandungan-kandungan yang mengganggu kesehatan.

Sayuran yang baik dan segar menjadi kriteria utama ketika berbelanja. Tidak bisa dipungkiri pula sayuran yang berwarna hijau dan cerah mendapatkan hati para pembeli. Untuk menghasilkan sayur yang berkualitas dan menjadi pilihan pembeli memerlukan perawatan sesuai dengan prosedur yang ada. Pemberian zat-zat kimia selama masa tanam memang dapat mempercepat pertumbuhan dan menghasilkan sayur yang berkualitas. Namun, dibalik itu ternyata sayuran yang tidak menggunakan pestisida dan bahan kimia lain dalam proses penanaman dan perawatannya jauh lebih sehat dan baik untuk bahan konsumsi manusia. Indonesia Journal of Human Nutrition menyatakan bahwa warna yang terdapat dalam sayuran menjadi bahan pertimbangan para konsumen untuk pilihan. Hal tersebut dibuktikan dalam salah satu hasil riset mengenai variasi warna pada asupan sayur dan buah, warna putih dari kembang kol menimbulkan ketidaktertarikan konsumsi. Warna memberikan pengaruh pada persepsi rasa pada sayuran. Warna putih pada sayuran dipandang mengecewakan apabila dikonsumsi. Berbeda ketika mengonsumsi sayuran yang berwarna orange seperti wortel atau hijau seperti brokoli dan aneka sayur berwarna hijau lainnya, nafsu makan para konsumen akan meningkat. 

Bukan hal yang aneh jika sayuran hijau lebih cepat habis dibandingkan yang lain. Namun, apakah sayuran yang hijau sehat untuk di konsumsi?  Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang tinggi nilainya diantara bahan pangan lainnya. Bahkan, sayuran menjadi sumber utama dari mineral yang diperlukan oleh tubuh. Maka dari itu, sebelum mengonsumsi sayuran kita perlu memperhatikan sayuran seperti apa yang aman untuk kita konsumsi. Berikut tips memilih sayuran hijau yang bagus untuk menjaga kesehatan tubuh.

Bebas Pestisida dan Zat Kimia Lainnya
Photo by Markus Spiske on Unsplash
Sayuran yang baik dan sehat dikonsumsi adalah sayuran yang ditanam tanpa pestisida dan campuran bahan kimia lainnya. Sayuran jenis ini tidak memberikan efek samping berlebih yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Maka dari itu, disarankan untuk memilih sayuran yang tubuh dengan cara alami. Terlepas dari itu, saat ini bisa jadi akan sulit mendapatkan sayuran yang memang dipelihara dengan cara alami tanpa bantuan bahan kimia. Zat kimia memang dapat membentuk sayuran sesuai yang kita inginkan. Subur, tanpa gangguan hama, warna menarik dapat didorong oleh penggunaan bahan kimia tanaman. Hal tersebut sah-sah saja jika kita mencuci sayuran dengan baik dan benar sebelum akhirnya kita mengonsumsi sayuran tersebut. Pencucian sayuran bisa dilakukan dibawah air yang mengalir. Sabun pencuci seperti mama lyme juga bagus digunakan untuk membersihkan sayuran. Perlu menjadi pemahaman bersama, kita perlu untuk memastikan sayuran yang telah dicuci memang sudah tidak menyisakan pestisida atau kotoran-kotoran lain yang menempel pada sayuran mengingat kandungan yang terdapat dalam pestisida tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia.

Segar dan Tidak Berwarna Kuning
Photo by FitNish Media on Unsplash
Siapa yang tidak tertarik jika melihat sayuran segar dengan kualitas bagus? Tentunya mata kita akan tertuju pada sayuran ini terlebih jika warnanya hijau pula. Jika sedang berbelanja ke swalayan yan menyediakan sayuran, hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembelian yaitu memilih dan memilah sayuran yang dirasa segar dan tidak berwarna kuning. Sayuran segar cenderung berwarna hijau cerah. Sedangkan sayuran yang sudah berwarna kekuning-kuningan menunjukkan waktu bertahannya sudah tidak lama lagi. Sayuran yang menguning adalah sayuran yang sudah layu. Jikalau dikonsumsipun tidak begitu bagus karena kandungan yang terdapat dalam sayuran sudah sedikit mulai berkurang. Jadi, dapat dipastikan dalam berbelanja sayuran, fisik sayur yang nampak segar dan tidak menguning merupakan sayuran yang direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Kebutuhan vitamin dan mineral semakin meningkat. Terlebih saat ini sedang marak digencarkan untuk berpola hidup sehat. Dalam menyongsong kebiasaan berlaku sehat, dapat dimulai dengan memilih dan memilah sayuran yang baik sebelum dikonsumsi. Dengan demikian, akan terjadi keseimbangan antara kebutuhan hidup sehat dan kebutuhan bahan konsumsi setiap harinya. Sayuran dapat dibeli di swalayan baik modern maupun tradisional. Jika kamu menemukan tempat-tempat penjualan sayur yang unik dan menarik, kamu dapat memberikan ulasan kamu melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini dapat kamu unduh di Playstore atau klik link berikut. Mengapa Titipku? Karena dengan Titipku berarti kamu sudah membantu digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di masyarakat. Dengan demikian, penjualan UMKM dapat meningkat dan hal ini berefek baik pada perekonomian masyarakat.

Ayo tunggu apa lagi! Budayakan hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran yang segar dan sehat dengan berbagi info mengenai tempat-tempat penjualan sayuran yang kamu temui!

Senin, 23 September 2019

Deretan Kado Wisuda yang Jadi Andalan Mahasiswa

Momen wisuda sudah pasti akan menjadi momen yang berharga bagi setiap orang. Banyak mahasiswa yang merayakan kelulusan dengan berbagai macam ungkapan. Ungkapan rasa bahagia seringkali disimbolkan dengan pemberian hadiah yang beranekaragam. Tak jarang beberapa orang memberikan kado yang unik dan menarik sebagai ucapan selamat atas pencapaian yang sudah dilakukan. Memberikan kado dapat meningkatkan kebahagiaan seseorang. Hal tersebut dibuktikan dengan respon yang diperoleh ketika kita memberikan hadiah kepada seseorang. Sebagai mahasiswa, tentunya akan memilih kado-kado yang unik dan menarik. Kita dapat menemukan aneka kado wisuda di toko-toko kado terdekat atau melalui online shop. Namun, jika ingin mengembangkan kreatifitas, tak jarang mahasiswa membuat sendiri kado ataupun sovenir kelulusan sesuai dengan keinginannya.
Diantara banyaknya pernak-pernik wisuda, berikut kado yang menjadi andalan para mahasiswa saat kelulusan.

1.      Bucket
Image by Rosy Florist
Kado yang sangat lazim ditemui adalah bucket. Awal mulanya bucket yang biasa bersebaran di saat wisuda adalah bunga. Bentuk dan jenisnya juga bervariasi. Kebanyakan bunga yang sering dipakai untuk isi bucket adalah bunga mawar. Bagaimanapun juga mawar merupakan lambang cinta dan kasih sayang sekaligus bentuk ungkapan rasa bahagia disamping digunakan sebagai ungkapan duka biasanya mawar putih. Terlepas dari semua itu, mawar masih menjadi bunga nomor 1 ketika di acara kelulusan. Perpaduan antara mawar dengan krisan semakin menambah kecantikan kado bucket bunga wisuda. Perlu diketahui, beberapa orang setuju jika bucket bunga tidak bisa bertahan lama. Dari situlah muncul inovasi bucket yang lebih kekinian dan tidak takut cepat layu yakni bucket snack. Lucunya bucket jenis ini berisikan snack-snack yang bervariasi dan ditata sedemikian rupa sehingga memberikan nilai lebih dari bucket yang dibuat.

2.      Scrapbook

Image by Majeshop
Meskipun tergolong sedikit lebih mahal, namun jenis kado satu ini ternyata digandrungi banyak mahasiswa ketika wisuda. Scrapbook ini berisikan foto-foto yang dihiasi dengan tulisan-tulisan atau seringkali disebut caption. Ornamen-ornamen dalam scrapbook dapat dibuat sesuai keinginan. Uniknya, kita tidak perlu repot-repot untuk membeli bahan scrapbook dan merangkainya sendiri, melainkan dapat memesan sesuai permintaan kepada para pengrajin scrapbook. Kado ini dinilai lebih menonjol dalam sisi kreatifitasnya. Saat ini scrapbook disajikan dengan frame atau sering disebut scrapframe. Bentuknya sama halnya dengan scrapbook namun hanya dalam satu bingkai saja. Simpelnya seperti bingkai foto. Tapi jangan salah, scrapframe tidak hanya layaknya foto yang dibingkai saja tapi seringkali diisi dengan pop-up ornamen kecil-kecil seperti misal bunga, awan, dan objek-objek lainnya.

3.      Boneka
Image by Blibli
Boneka mungkin tergolong sesuatu yang feminim. Bagaimana tidak, jenis kado satu ini memang identik dengan barang milik perempuan. Ada beragam boneka dengan bentuk, warna, dan jenis-jenis yang dapat diambil sebagai kado wisuda yang menarik. Boneka yang banyak diminati oleh mahasiswa antara lain teddy bear, panda, hello kitti, dan masih banyak lagi. Namun, tidak perlu khawatir jika ingin memberikan kado boneka kepada lak-laki karena sekarang ada boneka wisuda dan itu bersifat maskulin. Boneka tersebut bercirikan dengan topi toga di bagian kepalanya. Adanya inovasi seperti ini semakin memperluas target pasar dari kado wisuda yang berbentuk boneka. Jadi, kamu tidak perlu khawatir ketika mau memberikan kado wisuda seperti boneka.

Beberapa jenis kado tersebut diatas dapat kamu variasi menjadi bentuk lain atau dapat dikombinasikan. Jadi tidak semata-mata hanya satu bentuk saja, tapi kamu juga dapat menggabungkan boneka dengan bunga menjadi satu bucket yang menarik. Tidak ada batasan dalam berkreatifitas. Maka dari itu, aneka kreasi dan inovasi kado-kado wisuda perlu dikembangkan agar lebih bervariasi dan terkesan tidak membosankan.

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk memesan kado wisuda yang unik dan lucu seperti diatas. Salah satunya dengan berbelanja melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan fitur berbelanja yang dikemas dalam sajian menarik dan komunikatif. Barang-barang yang tersedia dilengkapi dengan detail informasi seperti artikel dan juga foto produk. Jika kamu menemukan kado-kado menarik yang belum ada di Titipku, kamu dapat mengunggah ulasan produk yang kamu beli di laman Jelajah yang ada di Aplikasi Titipku. Aplikasi ini membantu mempermudah pencarian produk ataupun jasa melalui sistem online. Berkembangnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Indonesia merupakan peluang untuk menambah perekonomian masyarakat. Dalam rangka memperluas pemasaran produk, Titipku mempunyai peran penting di dalamnya. Jika kamu mempunyai memasarkan produk lewat Titipku, itu artinya produk yang kamu pasarkan sudah terdigitalisasi. Dengan demikian pasaran akan semakin luas dan peluang larisnya produk akan semakin tinggi. Ayo bantu UMKM yang ada di Indonesia untuk dapat terdigitalisasi. Caranya dengan mengunduh Aplikasi Titipku yang ada di Playstore. Lalu daftarkan dirimu dan unggah setiap UMKM yang kamu temukan.

Jadilah satu diantara para pejuang UMKM yang ada di Indonesia!

Jumat, 20 September 2019

Terbukti Kaya Nutrisi, Beras Merah Jadi Incaran di Seluruh Penjuru


Sumber: salingamanah.com
Oryza sativa L. atau yang sering kita kenal dengan beras merah merupakan varietas beras yang dapat kita temui di negara Asia. Bukan hal aneh lagi jika varietas jenis ini kerap jadi incaran masyarakat di berbagai daerah. Walaupun harganya yang jauh lebih tinggi diatas beras putih biasa, namun beras merah masih saja dicari-cari oleh sebagian masyarakat tertentu. Mengapa demikian? Tentunya ada sisi menarik dari beras satu ini hingga akhirnya ia menjadi incaran banyak mata.

Tanaman padi penghasil beras merah dapat tumbuh di iklim tropis. China dan India merupakan dua negara penghasil beras merah terbesar di dunia dan menjadi penyuplai kebutuhan beras merah dunia disamping negara-negara Asia Tenggara. Di Indonesia, beras merah sendiri dapat tumbuh di area persawahan basah maupun lahan kering. Penanaman padi beras merah tidak jauh berbeda dengan padi beras putih pada umumnya. Diawali dengan pembibitan hingga bibit berusia 21 hari. Awal musim hujan merupakan waktu yang paling tepat untuk menanam padi merah. Padi dapat dipanen ketika sudah berusia sekitar 5-6 bulan setelah masa tanam. 

Jika diolah menjadi nasi, beras merah ini memerlukan perlakuan khusus berbeda dengan beras putih pada umumnya. Beras merah memerlukan dua kali lipat air dalam proses pemasakan nasi. Hal ini dikarenakan, beras akan menyerap air lebih banyak hingga akhirnya dapat matang dan mengembang menjadi nasi. Nasi yang dihasilkan juga sedikit berbeda, mulai dari tekstur hingga rasa. Nasi merah cenderung padat berisi dan rasanya gurih. Sehingga, jika dimakan langsung tanpa lauk sudah memberikan cita rasa gurih yang lezat. Walaupun tidak semanis nasi putih, nasi merah juga tetap mengasilkan rasa manis setengah gurih. 

Karbohidrat, energi, dan protein merupakan elemen yang dibutuhkan oleh tubuh dalam mempertahankan kelangsungan hidup. Elemen tersebut terkandung dalam beras yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Asia seperti Indonesia. Beras memiliki beberapa varietas yakni bermacam-macam warna seperti merah, ungu, hitam, coklat, kuning, dan hijau yang saat ini dikembangkan dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Setiap varietas memiliki kandungan yang beragam dan kebanyakan dari mereka digunakan sebagai obat. Diantara beberapa varietas tersebut, beras merah paling banyak diminati oleh sebagian industri untuk dijadikan zat komplementer produk mereka. 

International Journal of Current Research in Biosciences and Plant Biology mempublikasikan temuannya tentang kandungan beras merah pada akhir tahun 2014. Beras merah memiliki lapisan dedak merah atau akrab disebut bekatul. Lapisan ini mengandung polifenol dan antosianin serta bersifat antioksidan. Kandungan protein, seng, zat besi, dan serat yang terdapat dalam beras merah lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Setiap 100 g beras merah mengandung 7 g protein, 3.3 mg seng, 5.5 mg zat besi dan 2.0 g serat. Dapat dibayangkan betapa menggodanya kandungan yang terdapat dalam beras merah. Itulah mengapa beras merah selalu dicari keberadaannya.

Nutrisi yang terkandungan beras merah baik dikonsumsi oleh tubuh. Makanan bayi seperti bubur juga dicampuri dengan beras merah dalam proses produksinya. Hasil penelitian Kumalaningsih dan Arwani (2018) menunjukkan, penambahan beras merah sebanayak 5% merupakan hasil yang terbaik untuk kadar air dan protein pada bubur. Terdapat 40.4% kadar air dan 40.4% kadar protein. Hal tersebut menunjukkan stabilitas bubur yang sudah dicampur dengan beras merah di dalamnya.

Beras merah memiliki kandungan serat yang tinggi. Serat memiliki fungsi penting dalam sistem pencernaan khususnya dalam pengolahan karbohidrat. Fases yang diproduksi akan lunak dan mudah dikeluarkan melalui sistem pembuangan yakni anus. Selain bekerja dalam sistem pencernaan, serat berperan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Terlebih beras merah mengandung antioksidan, hal ini dapat membantu mengontrol kolesterol yang disebabkan oleh radikal bebas.  

Wanita dan ibu-ibu merupakan kalangan yang paling banyak mengincar beras merah. Kebutuhan beras merah bagi wanita dilatarbelakangi oleh kandungan antioksidan. Sedangkan bagi ibu-ibu, untuk memenuhi kebutuhan ASI dan juga makanan bayi yang biasa disajikan dalam bentuk bubur. Terlepas dari itu, orang-orang yang paham dan sadar mengenai pentingnya kesehatan juga mulai beralih untuk mengonsumsi beras merah. Beras jenis ini kerapkali dijuluki sebagai beras obat karena begitu banyak khasiat yang terkandung didalamnya dan berguna untuk mencegah bahkan mengobati berbagai penyakit yang ada dalam tubuh manusia. Bagi kamu yang ingin hidup sehat, mulailah perhatikan pola makan yakni dengan memilih dan memilah bahan makanan jenis apa yang bagus untuk menjaga kesehatan tubuh kamu.

Sudahkah kamu mengonsumsi beras merah? Beras merah kini disajikan dalam berbagai olahan makanan. Terlebih banyaknya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkembang di masyarakat semakin menambah variasi olahan makanan yang berbahan dasar beras merah. Jika kamu menemukan olahan beras merah kamu dapat membagikan ulasannya melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini membantu proses digitalisasi UMKM yang ada di Indonesia. Ayo wujudkan digitalisasi UMKM dan jadilah satu diantara mereka yang memperjuangkan kemajuan UMKM di Indonesia.


Sumber:
Kumalaningsih, S & Muhammad, A. 2018. ‘Nutrituous Pure Herbal Whitening Sun Cream Processed from Seed and Leaf of Moringa oleifera Fortified with Red Rice’. Pharmacognosy Journal. Vol 10. No. 1.
Saxena, A. 2014. ‘Save the Red Rice: A Unique Gift of Nature’. International Journal of Current Research in Biosciences and Plant Biology. Vol 1. No.5.

Kamis, 19 September 2019

Tidak Hanya Indah, Motif Kawung Memiliki Makna Filosofis Mendalam


Sumber: batik-tulis.com
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Tidak hanya budaya tutur, namun berbagai peninggalan berbentuk artefak juga banyak tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Aneka kerajinan dan kesenian mulai berkembang dalam masyarakat. Salah satu hasil karya seni yaitu batik. Proses pembuatan batik diawali dengan penciptaan motif yang digambar diatas kain. Motif dibuat tidak sekedar untuk dipandang keindahannya saja melainkan juga ada nilai yang mendasarinya. Nilai-nilai yang terkandung dari setiap bentuk motif melambangkan pesan dan harapan kepada para pengguna ataupun yang melihatnya.

Ragam motif batik tradisional berasal dari hasil akulturasi kebudayaan Jawa dengan Hindu dan Islam. Pengaruh agama dan kepercayaan menghasilkan budaya-budaya baru yang menjadi bukti hasil perkembangan budaya masyarakat. Walau hanya sebatas arti simbolik, namun dapat dikatakan sebagai aturan atau semacam tradisi yang lahir di masyarakat setempat. Selain berakulturasi dengan kebudayaan dan agama atau kepercayaan, motif-motif batik yang tersebar di Indonesia berasal dari pengaruh masuknya budaya-budaya luar yang kemudian dikemas dalam serangkaian motif batik. Keberagaman motif batik dan sejarahnya menjadi kearifan lokal (local wisdom) masyarakat yang diyakini dan dilestarikan dengan cara diturunkan dari generasi ke genarasi berikutnya. Kearifan lokal sendiri memiliki arti sebuah kebijaksanaan dan bernilai yang tertanam dalam kelompok masyarakat.

Sumber: batik-tulis.com
Batik motif kawung merupakan potret makna filosofis mendalam yang digambarkan oleh masyarakat pada waktu itu. Bentuk dasar motifnya seperti bunga lotus yang terdiri dari empat kelopak simetris. Motif satu ini tertata rapi atau dalam bahasa seni menggambar biasa disebut dengan motif geometris. Motif ini dirancang dengan berbagai warna. Setiap warna memiliki arti tertentu pula. Berikut makna filosofis yang terdapat pada motif kawung yang perlu kita ketahui bersama

Simbol Kebaikan Manusia
Dikutip dari Jurnal Filsafat tentang Nilai Kearifan Lokal Batik Tradisional Kawung, ternyata motif kawung diambil dari bentuk pohon kawung. Pohon ini sejenis dengan pohon aren. Buahnya putih lonjong atau sering kita kenal dengan kolang-kaling. Setiap bagian dari pohon kawung memiliki manfaat tersendiri mulai dari batang, daun, ijuk, ira, dan buah. Atas dasar kebermanfaatan bagi kehidupan manusia, hal tersebut kemudian diimplementasikan dalam bentuk motif batik kawung dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi orang lain pada setiap tingkah lakunya. Makna kawung memberikan pesan kepada kita untuk senantiasa menjadi manusia yang unggul, baik, dan berguna bagi masyarakat. 

Lambang Umur Panjang dan Kedamaian
Orang Jawa menginterpretasikan motif kawung sebagai simbol panjangnya usia. Hal ini didasari oleh proses pertumbuhan biji kolang-kaling yang terus bertahan dan memiliki usia tumbuh yang lama. Melihat hal tersebut, setiap orang yang mengenakan kain bermotif kawung, harapannya senantiasa diberikan umur panjang. Terdapat suatu kesepakatan bersama dalam masyarakat untuk saling mendoakan para pengguna motif kawung. Literatur lain menyebutkan, kawung terdiri dari beberapa motif salah satunya Kawung Sari. Sari berarti inti atau pokok, tujuan kehidupan manusia untuk selalu menjalankan kebaikan.

Simbol Kebulatan Tekad
Bentuk lingkaran yang terdapat dalam motif kawung melambangkan “kebulatan tekad” seseorang. Tekad bulat yang dimaksud adalah salah satu bentuk pengabdian diri kepada yang lebih berkuasa. Dalam konteks agama dilakukan untuk mengabdi kepada Sang Pencipta. Sementara itu, dalam konteks kehidupan orang jaman dahulu, pengabdian diri dilakukan untuk patuh dan memberikan segalanya kepada raja dan kerajaannya. Dalam cerita pewayangan sedikit dijelaskan tentang pengabdian diri punakawan kepada ksatria yang diikutinya. Kemanapun ksatria itu pergi, punakawan akan dengan rela mengikuti setiap langkahnya.

Berkah tentang Kesuburan
Pandangan orang Jawa tentang biji nyatanya tidak berubah. Biji dianggap sebagai lambang kesuburan karena ia merupakan tunas dari sebuah kehidupan. Begitupula halnya dengan biji kolang-kaling. Biji ini dapat tumbuh seiring berjalannya waktu hingga ia memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat setempat. Setiap darinya dapat digunakan. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa motif kawung merupakan simbol keberkahan yakni tentang kesuburan.

Digunakan oleh Abdi Keraton
Pada jaman kerajaan dahulu, orang yang berhak mengenakan pakaian bermotif kawung hanyalah para abdi kraton yang dekat dengan raja beserta keluarganya. Seseorang yang mempunyai derajat setingkat punggawa (tumenggung) juga berhak untuk memakai kain dengan motif kawung. Adapun kawung sendiri memiliki beberapa macam diantaranya Kawung Sari, Kawung Sekar Ageng, Kawung Sen, Kawung Picis, Kawung Beton, Kawung Buntal, Kawung Kembang, dan Kawung Seling (Sarwono, 2005).
Image by Dhony fx
Bagaimana, menarik bukan? Kamu juga dapat membeli batik dengan beranekaragam motif dan warnanya termasuk batik motif kawung di pusat perbelanjaan seperti Pasar Beringharjo, ketika kamu berkujung ke Yogyakarta. Jika kamu menemukan pusat perbelanjaan lain yang menjual batik dengan motif kawung, kamu dapat membagikan informasinya melalui aplikasi Titipku. Cukup dengan mengunduhnya di Playstore, kamu dapat mengunggah foto dan cerita kamu saat membeli produk tersebut. Ayo tunggu apa lagi?

Mengapa Titipku? Karena Titipku datang untuk membawa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi terdigitalisasi. Maka dari itu, produk-produk lokal UMKM juga dapat mampu bersaing di pasaran dunia.


Sumber:
Parmono, K. 2013. ‘Nilai Kearifan Lokal Dalam Batik Tradisional Kawung’. Jurnal Filsafat. Vol. 23, No. 2.
Sarwono. 2005. ‘Motif Kawung sebagai Simbolisme Budana Para Abdi dalam Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta’. Harmonia: Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni. Vol VI, No. 2.