Selasa, 12 November 2019

Gunungkidul, Pusat Kerajinan Tangan Masyarakat Yogyakarta



Yogyakarta, kota pelajar yang populer dengan keberagaman budaya baik dalam bentuk artefak maupun tutur. Budaya diturunkan dari generasi ke generasi hingga tetap lestari sampai saat ini. Di tengah terpaan arus modernisasi, masyarakat Yogyakarta masih mempertahankan eksistensi kebudayaan yang sudah tertanam dalam kehidupan sosial mereka. Salah satu diantaranya yakni kerajinan. Sektor ini menjadi salah satu budaya dilihat dari model kerajinan yang dibuat masyarakat. Cukup beragam dan tersebar di berbagai wilayah yang ada di Yogyakarta.

Gunungkidul merupakan salah satu daerah yang menjadi pusat kerajinan masyarakat Yogyakarta. Daerah yang berada pada sisi selatan Yogyakarta ini kerapkali disebut dengan Jogja lantai dua karena letaknya yang memang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah Jogja lainnya. Tidak hanya ketinggian wilayahnya saja, namun Gunungkidul juga tinggi pula karya-karya estetik hasil tangan-tangan kreatif masyarakat lokal yang menjadikan wilayah ini sebagai pusat kerajinan yang beragam.

Berikut sentra kerajinan tangan yang ada di Kabupaten Gunungkidul yang masih lestari dan tetap berkembang hingga saat ini,

1.      Topeng Bobung
Sumber: kadata.co
Kerajinan tangan satu ini berlokasikan di Bobung, Kecamatan Patuk. Topeng yang terbuat dari kayu ini kemudian di batik langsung sesuai dengan pola yang telah dibuat sebelumnya. Pola dibuat dengan menggunakan pensil yang digambarkan langsung diatas topeng, atau kayu tersebut dipahat sesuai dengan pola yang diinginkan. Setelah itu barulah kemudian diberi warna agar topeng lebih menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Desa wisata Bobung memang terkenal dengan topengnya, namun perlu diketahui bahwa tidak hanya topeng yang diproduksi oleh masyarakat. Melainkan juga berbagai kerajinan tangan lain seperti nampan, gantungan kunci, tempat air gelas, dan masih banyak lagi.

2.      Batik Tancep
Sumber: cerita.co.id
Berbeda dengan batik topeng sebelumnya, batik tancep ini lebih spesifik pada batik tulis. Walaupun beberapa pengrajin ada yang menggunakan sistem batik cap. Sesuai dengan namanya, kerajinan batik tulis ini berlokasikan di Tancep, Kecamatan Ngawen. Tepatnya berbatasan dengan Jawa Tengah. Uniknya, di Tancep ini hampir setiap rumah menjadi pengrajin batik tulis. Jadi, kita akan dengan mudah menemukan batik-batik yang dibuat oleh masyarakat Tancep tanpa harus mencari letak spesifiknya. Batik sudah menjadi pekerjaan masyarakat Tancep. Batik biasanya dijual dalam bentuk kain dan juga ada beberapa yang membuka boutique untuk batik-batik yang sudah dijahit menjadi baju-baju yang indah.

3.      Caping
Sumber: java promo
Masih berada di Kecamatan Ngawen, kerajinan Caping ini digeluti oleh masyarakat Desa Bendo, Kaliwaru, dan sekitarnya. Anyaman yang terbuat dari bambu ini menjadi kerajinan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Harga bambu di wilayah ini terbilang cukup murah. Maka dari itu, untuk mengoptimalkan harga bambu yang ada di pasaran dibuatlah suatu produk yang dapat memberikan nilai tambah yakni dengan disulap menjadi kerajinan caping. Cara pembuatannya cukup mudah. Hanya saja memerlukan waktu yang cukup lama dan butuh keuletan dan ketelatenan dari tangan-tangan para pengrajin.

4.      Perak
Sumber: pontas.id
Kerajinan perak di Gunungkidul diusahakan oleh masyarakat Kecamatan Paliyan tepatnya di Sodo. Menariknya, wilayah ini kemudian melahirkan desa kerajinan perak yang cukup terkenal karena hasil produksinya yang bagus dan berkualitas tentunya. Kerajinan perak ini beragam pula. Kebanyakan dari bentuknya adalah aksesoris wanita seperti kalung, gelang, cincin, jepit rambut, bros, dan semacamnya. Tidak hanya itu, kerajinan perak berupa barang-barang besar dibuat dengan motif yang berbeda-beda. Bergantung pada wilayah tempat pembuatan motif tersebut. Jadi, setiap wilayah mempunyai motif sendiri-sendiri sehingga menjadi ciri khas dari daerah yang bersangkutan.

5.      Akar Wangi
Sumber: krjogja.com
Saat ini mungkin akan cukup susah untuk menemukan akar wangi. Akan tetapi, berbeda halnya dengan Kecamatan Semin yang dikenal dengan banyaknya tanaman akar wangi. Tanaman ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dijadikan produk kerajinan berupa aneka souvenir. Karya-karya para pengrajin akar wangi ini kemudian membuat ragam variasi bentuk untuk menarik minat para calon pembeli. Kerajinan ini memiliki pasar khusus di Beringharjo. Namun, kendala kemudian muncul seiring dengan tempat-tempat yang mencoba memproduksi produk yang sama dari yang sebelumnya telah ada. Ini kemudian menyebabkan terjadinya rivalitas antar para pengrajin.

Terlepas dari kelima kerajinan Gunungkidul yang tersebut di atas, tentunya masih ada banyak lagi kerajinan-kerajinan karya masyarakat yang tidak kalah menarik. Untuk mengetahui lebih lanjut berbagai kerajinan yang diproduksi oleh masyarakat, kamu dapat melihatnya melalui Aplikasi Titipku. Aplikasi ini menyediakan barang-barang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat yang dapat kamu beli saat itu juga melalui aplikasi tersebut. Transaksinya mudah. Ayo gencarkan kerajinan masyarakat melalui Titipku!
Previous Post
Next Post

0 komentar: